Sevens – 1st Gen. – Chapter 9


Seorang Petualang Tak Seharusnya Kepetualangan


===

Seorang petualang tak seharusnya kepetualangan.

Sementara kata-kata itu mungkin terdengar kontradiktif, itu sering dianggap benar.

Sejatinya, dalm pekerjaan-pekerjaan dimana nyawamu dipertaruhkan, adlah penting untuk mengambil langkah-langkah/tindakan untuk mengurangi bahayanya.

Pertaruhan semua atau tidak sama sekali(TLnote: all or nothing) adalah tabu bagi mereka yang berada dalam pekerjaan mengancam-nyawa.

Awalku sebagai seorang petualang benar-benar tenang(TLnote: maksudnya aman).

Itu sangatlah tenang hingga aku mulai membencinya.

“A-aku sudah selesai.”

Satu minggu. Sejak aku menjadi seorang petualang, sudah seminggu sejak aku berada dibawah panduan Zelphy-san.

Akan tetapi bahkan sekarang, aku masih melakukan pekerjaan sampingan di dalam batas kota Dalien.

Novem akan khawatir dan mencoba membantu pekerjaanku, jadi aku meminta Zelphy-san untuk menyerahkan request lain padanya.

Hal-hal yang siapapun bisa lakukan. Pekerjaan aman seperti kerja meja(TLnote: kerja mengurusi dokumen/seperti sekretaris/semacamnya).

Novem berasal dari keluarga patriarkhal. Mungkin karena dia didisiplinkan dengan cukup ketat, dia unggul dalam membaca dan menulis tanpa masalah.

Dia bisa melakukan penghitungan, dan dia cukup terbiasa dengan dokumen-dokumen.

Saat aku keluar melakukan suatu pekerjaan, dia mengambil request amanuensis(TLnote: pada dasarnya seorang sekretasis/semacam kesekretariatan).

Karena itulah, aku saat ini tengah memperbaiki dindidng yang mengelilingi kota.

Tanpa menggunakan sihir, aku membawa balok-balok batu.

Menggunakan sihir akan mungkin membuat semua ini lebih mudah, tapi hanya fakta bahwa aku membawa Jewel memberiku batasan pada seberapa banyak yang bisa aku habiskan.

(Apa lagi, mereka bahkan memberitahuku bahwa mempercepat beban kerjaku dengan sihir tidaklah bagus… yah, bukannya aku tidak mengerti alasan mereka.)

Para leluhur melarangku untuk mengoptimalkan pekerjaanku dengan sihir. Disamping membangun tubuhku, ada juga alasan untuk ini.

Tentu saja, itu juga alasan yang tak berhubungan denganku.

“Yep, aku rasa itu lolos? Dengan ini, evaluasi kerjamu dipastikan B atau lebih tinggi.”

“Hah, hah, begitukah?”

Melalui kerja fisik, aku melatih seni melatih tubuhku selagi aku bekerja.

Bahkan sekarang, dengan insiden pembersihan drainase sebelumnya, evaluasi Zelphy-san akan diriku rendah.

Tapi dalam satu minggu ini, aku merasa aku telah mendapatkan pengertian dari apa artinya menerima pekerjaan di kota.

“Itu mungkin terlalu cepat, tapi istirahatlah besok. Aku akan membuatmu keluar dan membasmi monster setelahnya.”

“A-akhirnya?”

Aku cukup kelelahan, tapi mendengar itu memberiku sedikit rasa lega. Kalau aku menghabiskan terlalu banyak waktu melakukan pekerjaan-pekerjaan semacam ini, aku tak tahu apa yang Generasi Pertama akan katakan padaku.

Dan ada juga ketidakpuasan yang telah menumpuk dalam Keenam dan Ketujuh.

“Buat persiapan seperti yang kuberitahukan padamu, oke? Kalau kau belum siap, maka gunakan besok untuk mempersiapkan dirimu dan mengistirahatkan tubuhmu. Juga, pastikan untuk berolahraga ringan.”

“Mengerti.”

“Anak penurut memang mudah untuk ditangani. Senjata pilihan kalian adalah sebuah Sabre untukmu, dan sebuah Tongkat untuk Novem, kan?”

Zelphy-san mengkonfirmasi, dan aku mengangguk.

Dia meletakkan tangannya di dagu dan berpikir sejenak. Setelah itu, dia mengangguk pada dirinya sendiri beberapa kali.

“Lyle, kau sebaiknya bawa satu senjata cadangan. Itu bisa sebuah Sabre seperti yang satunya, tapi sebuah belati juga bisa. Kalau mungkin, aku ingin mengganti preferensi senjatamu, tapi aku takkan memaksamu untuk melakukan apa-apa.”

Senjata kesukaanku yaitu Sabre bisa menusuk dan menyayat.

Di sisi lain, bilahnya tipis, jadi itu memiliki kekurangan berupa mudah bengkok dan patah.

Kalau itu sebuah pedang normal, maka meskipun bilahnya rusak, itu adalah sebuah senjata tumpul kompeten. Terlebih, itu akan sering digunakan sebagai sebuah senjata tumpul meski begitu.

Jangkauannya juga pendek, jadi jika kau melihatnya dari sudut pandang obyektif, sesuatu seperti sebuah tompak akan lebih unggul.

“Apa maksudmu sesuatu seperti sebuah tombak? Aku bisa gunakan satu hingga batas tertentu.”

“Lebih dari itu, aku ingin kau membawa sebuah perisai/tameng pada dirimu. Kalau aku menganggap bahwa itu berbahaya, aku akan mengulurkan tangan, tapi aku akan umumnya membuat kalian berdua menyingkirkan ikan-ikan teri(TLnote: small fries, dalam konteks ini maksudnya musuh-musuh kecil/level rendah/remeh).

Area disekitaran kota, karena keberadaan para petualang, relatif aman. Ada juga para prajurit, dan kalau mungkin, mereka sendiri akan membasmi monster-monster yang berbahaya.

Mereka bahkan mengirimkan brigade malam terkadang.

Untuk itu, sekeliling kota dicirikan oleh banyaknya ikan-ikan kecil, dan monster-monster kuat adalah temuan jarang. Aku takkan bilang tidak ada, tapi.

“Perisai, ya… aku bisa gunakan satu, tapi aku tidak punya. Haruskah aku membeli yang murah?”

“Apa kau tipe yang tak punya preferensi senjata tertentu? Tidak apa-apa untuk membeli senjata cadangan, tapi pikirkan baik-baik senjata apa yang kau inginkan.  Tidak perlu memaksakan dirimu untuk membeli sesuatu yang mahal, dan berdasarkan situasinya, ada waktu saat hal semacam itu terbukti sepenuhnya tak berguna.”

Ada banyak petualang yang belajar untuk menggunakan berbagai jenis senjata, dan mengubah perlengkapan mereka berdasarkan pertarungan di depan.

Terlebih, bahkan dengan perubahan jaman, tren semacam itu disukai.

Tapi, juga telah dikatakan bahwa menggunakan satu senjata, dan menempa skilmu dengan itu, adalah jalan pintas untuk menjadi kelas-satu.

Itu semua tergantung pada orangnya.

“… Bagaimana kalau aku menyimpan satu sabre untuk sekarang,  dan menyimpan satu belati dan tameng pada diriku?”

Saat aku mengatakan itu, aku mendengar satu suara dari Jewel.

Itu adalah Generasi Ketujuh.

『Lyle, aku rasa kau sebaiknya memilih senjatamu berdasarkan quest.』

Tapi Ketiga memberikan sanggahan.

『Aku rasa kau sebaiknya membuat Sabre mu sebagai senjata cadanganmu. Dengan begitu, kau punya satu alternatif yang bisa digunakan jika senjata yang kau tidak terbiasa rusak.』

Terakhir, Pertama…

『Apakah itu sebegitu pentingnya, kalau itu hanya ikan-ikan teri di sekitar, tangan kosongmu lebih dari cukup, kan?』

(Paling tidak konsolidasikan pendapatmu sebelum bicara…)

Meskipun aku memikirkan itu, aku jelas tidak bersalah disini.

“Aku akan serahkan masalah perlengkapan padamu. Itu hanya sekitaran kota, jadi tidak perlu sebegitu mengkhawatirkannya. Di awal-awal, adalah terbaik untuk maju dengan senjata yang kau terbiasa.”

Setelah itu, pengawas situs-kerja mengkonfirmasi pekerjaanku, dan kami menerima dokumen-dokumen mengenai evaluasiku sebelum Zelphy-san dan aku menuju ke guild.

Pada akhirnya, aku keringatan, tapi karena aku tidak berdarah, Zelphy-san berkata padaku bahwa tidak perlu untuk diriku menggunakan pemandian(TLnote: kamar mandi/shower room/semacamnya).

“Cepat pergilah ke cewekmu.”

“Uu… ya.”

Kami menuju ke lantai dua guild dan menyerahkan dokumen-dokumennya ke Hawkins-san.

Seperti biasa, konter Hawkin-san tidak ramai, jadi kami dengan halus bisa menyerahkannya.

Sebaliknya, si cantik membentuk antrian panjang.

“Dia populer seperti biasanya. Dan tunggu, apa kau yakin itu sendiri nggak masalah, bos?”

Pada pertanyaan Zelphy-san, Hawkins-san menjawab selagi dia memeriksa dokumentasinya.

“Dulu, kami sekalimencoba mencabutnya dari konter resepsi. Akan tetapi, jumlah petualang yang meminta dia terlalu besar, jadi kami mengembalikannya.”

Sudah kuduga, guild petualang Dalien cukup populer.

“Bukankah dia diletakkan di depan karena dia tidak kompeten pada pekerjaan yang lebih rumit? Aku dengar orang tua anak itu adalah petinggi di manajemen Guild, tapi.”

“Aku tak bisa jawab itu.”

Selagi bertukar dialog dengan Zelphy-san, Hawkins-san menyerahkan imbalanku.

Laporan yang dia serahkan balik memiliki evaluasi kerjaku selama pekerjaan ini.

Mandor lapangan bilang etos kerjaku『Baik』, dan memberiku secara keseluruhan『B』. Itu seperti yang Zelphy-san katakan.

Tentu saja, dalam kasus dimana『A』diberikan, klien harus menambahkan imbalan tambahan. Karena itulah, evaluasi Tingkat A jarang diberikan.

Dengan pekerjaan biasa bermacam-macam seperti ini, yang tertinggi untuk diharapkan adalah『B』.

“Dengan ini, jumlah request yang telah kau selesaikan adalah duabelas. Semuanya dievaluasi entah『C』atau『B』, jadi teruskanlah dengan semangat itu.”

Hawkins-san tersenyum selagi dia mengatakan itu. Aku menerima imbalannya.

Delapan koin tembaga besar.

Jika kau melihatnya sebagai pendapatan seharian penuh, itu cukup rendah. Setelah bekerja dari fajar hingga senja, seorang warga sipil biasa akan sudah mendapatkan lebih dari sepuluh.

“Terima kasih banyak.”

Aku meletakkan uangnya di dompetku.

Zelphy-san adalah seorang penasihat. Karena itulah, dia tidak dibayar imbalan dari ini. Tentu saja, dia sudah menerima empat koin emas sebelumnya.

Setelah dia menyelesaikan jasanya, dia akan menerima empat lagi, dan berdasarkan bagaimana kami jadinya, dia akan mungkin mendapatkan satu lagi. Koin emas terakhir adalah mungkin sesuatu seperti biaya perujukan guild.

“Sudah waktunya kita memperbolehkan mereka keluar dari kota. Mereka sudah mempelajari apa yang mereka harus lakukan pada pekerjaan sampingan, dan tak peduli apa yang terjadi, mereka seharusnya bisa menangani. Sejujurnya, sepertinya bahkan Lyle tidak ada masalah dengan tiga R(TLnote: Reading,Writing, and Arithmethic atau Membaca, Menulis, dan Menghitung. Lebih jelasnya lihat https://en.wikipedia.org/wiki/The_three_Rs)”.

Zelphy-san mengatakan itu pada Hawkins-san.

Mendengar itu, dia tampak agak menyesal.

“Itu cukup cepat.”

“Mereka sudah membayar biayaku. Jika kita tidak segera mengirim mereka keluar, mereka tidak akan mendapatkan hasil dari nilai uang mereka. Apa ada masalah?”

“Tidak, Novem-san tekun dalam pekerjaannya. Dia cukup cepat dan sopan. Dia bahkan mendapatkan beberapa pekerjaan amanuensis dari atasan, dan evaluasinya tetap bagus.”

Sepertinya Novem memiliki evaluasi kerja yang cukup tinggi.

Dari awal, tulisan tangannya bersih(TLnote: rapi), dan sepertinya Hawkins-san mengingat itu. Itulah kenapa dia merujuk Novem ke pekerjaan tulis-menulis.

Di dalam sebuah ruangan terpartisi(TLnote: partitioned=dipartisi/dibagi/disekat) di mana dia takkan perlu menghadap orang-orang, dia menulis surat-surat dan semacamnya berdasarkan request mereka.

Meskipun orang lain tidak bisa melihat wajahnya, dia sendiri mendapatkan cukup reputasi berdasarkan suara dan kelakuannya.

“Kau itu oleh oleh rujukanmu bos, meskipun itu tidak sebagai seorang petualang, dia bisa dipekerjakan ke staf guild. Kalau dia cedera, maka kau bisa saja mencarikannya pekerjaan di sini.”

“Ahaha, meskipun aku akan lebih dari senang untuk menerimanya, mendapati dia terluka bukanlah yang terbaik. Lyle-kun, kau harus pastikan untuk berhati-hati.”

“Ah, ya.”

Setelah pekerjaan tulis menulis selesai, Hawkins-san pergi ke belakang dan memanggil Novem. Setelah beberapa saat, dia muncul dari pintu keluar khusus-pegawai.

“Lyle-sama.”

Dia melambai padaku dengan senyuman, dan aku sedikit mengangkat tanganku untuk menjawab dia.

『Yaah~ Novem-chan hari ini imut seperti biasanya… Kenapa kau tidak setidaknya belajar untuk memberi satu atau dua pujian, Lyle?』

(Generasi Keempat, tolong diamlah.)

Pada Novem, yang telah menghampiri, Zelphy-san menjelaskan rencana besok.

“Novem, besok, kau sebaiknya mengistirahatkan tubuhmu. Hari setelahnya, aku akan membuatmu keluar dari kota dan mengalami m’lawan monster. Kau siap untuk itu, kan? Yah, kalau tidak, kalau begitu kau m’ndapatkan pelajaran dan beberapa lagi pekerjaan sampingan.”

“Ya, Zelphy-san.”

Setelah mengkonfirmasi rencana kami, kami berpisah dari Zelphy-san.

Sebagai seorang penasihat, dia sepertinya harus secara reguler menyerahkan jurnal kepada guild. Pekerjaan seorang penasihat itu sendiri tampaknya merepotkan, dalam berbagai cara.

“Aku rasa kita sebaiknya kembali.”

“Benar. Kita belanja, dan kembali.”

“Yeah, kalau kau berencana belanja, aku punya pendapatan hari ini, jadi aku akan bayar.”

“Benarkah? Berapa banyak yang kamu dapat hari ini?”

“Delapan koin tembaga besar! Bagaimana denganmu?”

“… Enam tembaga besar.”

Kami meninggalkan ruang resepsi dan berbincang sedikit selagi kami menuruni tangga.

Aku tidak memikirkan apapun soal itu. Akan tetapi, para leluhur sepertinya menyadari sesuatu…

『Dia sungguh seorang gadis yang baik… dengan sengaja mengatakan itu kurang untuk menopang lelakinya. Meski begitu, Lyle takkan mengatakan satupun pujian.』

Muak dengan selaan Generasi Keempat, aku berusaha memuji Novem.

“Hawkins-san bicara tinggi akan dirimu. Dia bilang kau cepat dan sopan dengan kerjaanmu… ya, aku senang untukmu.”

Aku menggunakan semua usahaku dalam mengatakan itu, tapi para leluhur cukup tegas.

Mulai dengan Generasi Pertama…

『Zero points.』

『Sepuluh poin.』

『Yah~ kau tidak bijak soal itu, jadi tigapuluh poin.』

『Nol.』

『Eh? Aku juga? … Kalau begitu limabelas poin.』

『Kalian semua cukup keras, bukan. Ah, tigapuluh poin.』

『Maafkan aku, Lyle… duapuluh poin.』

(Jangan memberiku nilai! Bahkan aku tahu itu tidak bagus di saat setelah aku mengatakannya!)

Tapi Novem terlihat bahagia pada cara tidak bagusku dalam memuji.

Senyuman terlihat di wajahnya, dan dia berterimakasih padaku.

“Terima kasih banyak. Tapi aku rasa kamulah yang lebih kesulitan karena bekerja di luar, Lyle-sama.”

“Eh, um… i-itu tidak juga.”

Karena aku mulai merasa gugup, Jewel nya membentakku agar mempertahankan diriku.

Bersama, kami menuju ke rumah mandi(TLnote: bath house, maksudnya pemandian) berdekatan dengan guild, dan setelah membasuh keringat kami, kami pergi belanja.

… Nantinya, saat aku mencoba bertanya Hawkins-san berapa pendapatan Novem hari ini, dia bilang sembilan tembaga besar.

Istirahat pertama kami setelah beberapa lama.

Sejak datang ke Dalien, waktuku kebanyakan diisi oleh pekerjaan sampingan dan kerja fisik, jadi aku tidak punya banyak waktu luang.

Tapi memanfaatkan istirahat ini, kami berdua memiliki hal-hal yang kami harus lakukan.

Yaitu menuju ke agen properti(TLnote: realtor=makelar barang tak bergerak/agen real estate/agen properti).

“Bagaimana? Apartemen ini populer diantara para petualang. Itu memiliki tiga kamar, dan terlebih, itu bahkan memiliki satu toilet dan kamar mandi.”

Pramuniaga muda di agensi real estate mengarahkan kami pada properti-properti yang dimilikinya.

Aku, diriku sendiri, ingin memilih satu sesegera mungkin. Tapi Novem melakukan dengan hati-hati.

“Kira-kira seberapa tinggi harganya?”

“Kita lihat… ada uang muka enam koin perak, dan setelah itu, ada tagihan limapuluh tembaga besar per bulan. Saya percaya itu harga yang cukup moderat, nyonya.”

“… Bisakah anda tunjukkan pilihan selanjutnya?”

(Eh? Kau ingin lihat lagi?)

Itu sudah yang keempat, tapi Novem terus mencari apartemen berbeda. Kriteria kami adalah itu dekat dengan guild.

Di dekat guild adalah tempat yang masyarakat biasa enggan tinggali, jadi sepertinya ada banyak kompleks didedikasikan untuk perumahan(TLnote: housing, tempat tinggal) bagi para petualang.

“Yang ini sungguh bagus, nona. Satu perak di muka, dan sebulan tigapuluh lima tembaga besar!”

Sementara si pegawai merekomendasikannya, aku merasa itu relatif murah dan sesuai untuk tujuan kami. Itu hanyalah aku dan Novem, jadi akan tidak apa-apa meskipun sempit, aku rasa.

Tapi Novem tampak tidak puas selagi dia melihat dengan cermat sekeliling ruangan.

Aku mendengar satu suara juga dari Jewel.

『Aku rasa kau sebaiknya menyerah untuk yang ini.』

Itu suara Kedua. Akhir-akhir ini, sepertinya mereka telah melanggar aturan-aturannya. Berpikir demi kebaikanku sendiri, aku rasa akan terbaik jika mereka bisa menahan diri mereka sendiri sebaik mungkin, tapi meski begitu, semua kecuali Kelima sepertinya cukup banyak berbicara.

Dengan suara lirih, aku bertanya.

“Kenapa?”

『Hanya perasaan, tapi cukup tidak enak. Kalau itu di sini, kalau begitu bahkan tempat sebelumnya lebih baik. Dan tunggu, kertas dindingnya(TLnote: wallpaper) tampak sudah diganti, kan… bagian di sana itu, khususnya, tampak mencurigakan.』

Pendapat Generasi Ketiga hanyalah perasaan.

“Um, yah… tempat ini sedikit tidak nyaman, aku rasa?”

Aku mempercayai indera Ketiga, dan mengatakan keberatan. Novem setuju denganku.

“Itu benar. Bisakah anda menginjinkan kami melihat properti lainnya?”

“… Mengerti. (Hah, sudah kuduga, itu masih bisa disadari…)”

Aku mendengar pramuniaga itu mengatakan sesuatu sengan suara lirih, dan aku sedikit penasaran soal apa yang sebenarnya disembunyikan, tapi di saat yang sama, aku merasa bahwa aku lebih baik tidak tahu.

Pada akhirnya, kami tidak berakhir pindah ke sebuah apartemen.

Dengan keputusan Novem, dan regulasi para leluhur, apa yang kami berakhir bukanlah sebuah apartemen, tapi sebuah rumah.

Itu adalah sebuah rumah untuk disewakan, tapi itu juga relatif luas.

Itu memerlukan beberapa perbaikan, tapi pembayaran uang mukanya delapan perak, dan bulanannya enampuluh lima tembaga besar. Itu besar, dan jika kami melakukan beberapa pengerjaan padanya, itu sepertinya akan berubah menjadi sebuah tempat yang cukup bagus.

Tidak ada banyak rumah di lingkungan, dan… tidak ada atmosfir yang menunjukkan bahwa akan ada lebih banyak. Sebaliknya, sepertinya jumlahnya akan berkurang.

“Itu adalah tawaran dengan waktu terbatas, tapi dalam dua tahun, kita mungkin sudah pindah dalm jangka waktu itu. Itu sempurna untuk tujuan kita, kan, Lyle-sama?”

“Y-yeah… tapi apartemennya lebih dekat dengan guild, dan aku merasa itu akan sama saja, tapi.”

Kami nyaris tidak membawa barang bawaan apapun dengan kami, jadi kepindahan kami berakhir dalam sesaat. Kami bisa saja menyerahkan pembersihan pada kontraktor, tapi karena itu rumah kami sekarang, kami mulai membersihkannya sendiri.

Ini adalah area yang dijadwalkan untuk pengembangan ulang(TLnote: redevelopment), dan dalam dua tahun, rumah ini akan digusur.

Karena itulah, tidak ada banyak di sekitaran kami.

Aku takkan bilang tidak ada, tapi mempertimbangkan cakupan pertumbuhan Dalien, itu area hunian yang cukup sepi. Setelah pengembangan ulang berakhir, aku penasaran tempat ini akan menjadi seperti apa.

“Sepertinya orang-orang di lingkungan kita adalah para petualang juga. Aku percaya mereka memikirkan hal yang sama.”

Benar, apa lagi, area ini memiliki rasio petualang yang tinggi.

Karena ketersediaan waktu-terbatas, propertinya jelas lebih murah daripada nilainya.

Ada satu kamar mandi dan toilet, dan kami telah memperoleh sebuah rumah yang cukup luas. Aku tak ada keluhan. Tapi alasan para leluhur memilih tempat ini agak…

『Kalau itu di sini, maka tak peduli seberapa keras kau berteriak, kalian takkan mengganggu para tetangga!』

Itu.

Diantara mereka, pernikahanku dengan Novem sudah dipastikan. Ringkasnya, mereka memilih tempat ini dengan maksud menyuruh kami untuk bersikap seperti pasangan menikah.

(Apa kau pikir aku bisa melakukan sesuatu seperti itu di saat kalian terus-terusan mengawasiku!?)

===


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s