Sevens – 1st Gen. – Chapter 16


Limit Burst


===

『Hajar dia, Lyle!!』

Selagi aku mendengar suara Generasi Pertama, aku tersenyum pada kapak yang mendekat.

Melihat ekspresiku, pria besar itu mungkin berpikir aku menjadi gila, atau mungkin dia hanya tidak menyadari wajahku…

Tapi dengan ini, pertarungan selesai.

Limit Burst.”

Full Over adalah sebuah skil yang menaikkan kemampuan seseorang dalam batas tertentu, dan Limit Burst adalah skil yang memungkinkanmu untuk melampaui batas tubuhmu.

Tapi karena rekoil keras dari tindakan semacam itu, itu diseimbangkan dengan menyembuhkan tubuh di saat bersamaan.

Di saat yang sama aku mengaktifkan Skil itu, aku merasa waktu yang mengalir di sekitarku berlalu pada laju yang berbeda dari biasanya.

Waktu telah menjadi sangat lebih lambat, dan intuisiku terasa terasah.

Aku menggunakan tangan kiriku untuk menghunus sabre yang kusimpan sebagai cadangan, dan seperti itu, aku menggunakan kedua pedangku untuk menangkis serangan itu.

Di saat logam berbenturan, percikan muncul dari pedang-pedangku, dan benturannya mengguncang tubuhku.

Aku mengabaikan itu, dan menggerakkan tubuhku dengan gaya untuk memutar tubuhku untuk mengirimkan sebuah tendangan. Aku mengincar tengkorak.

“Ap…”

Dia tidak terhempas ke udara, tapi setelah terorong mundur, tubuh Pria Besar itu goyah, setelah menerima tendangan di kepala.

“Skil yang cukup memudahkan yang kau punya itu. Aku iri.”

Mengatakan itu, pria itu mengambil kuda-kuda dengan kapaknya.

Aku tak tahu apakah itu karena efek dari Skil lain, atau karena pria itu sendiri kuat melawan dampak fisik. Itu bisa salah satunya, atau tidak keduanya.

Dia terus mengayunkan kapaknya ke kanan dan ke kiri sambil menyerangku. Untuk suatu alasan, dia berteriak keras.

Tapi itu bukan suara untuk mengancam musuh.

Dia mungkin mengerti bahwa di saat itu, pergerakan tubuhku telah berubah. Di saat yang sama, serangan yang dia sebelumnya simpan untuk menghabisiku tidak efektif.

Menemukan bahwa kartu truf-nya tidak berhasil, mungkin dia menjadi tidak sabaran.

“Kau monsteeerr!!”

Selagi berpikir betapa kejam menyebut seseorang yang tak bisa kau kalahkan monster, aku menggunakan kedua sabre-ku untuk menangkis lagi dan mengarahkan sebuah tendangan.

Salah satunya terasa seperti itu akan rusak.

(Efek dari sebuah Skil… mengagumkan.)

Kali ini, tendangannya dikirimkan ke perutnya.

Setelah jatuh berlutut, pria itu menatapku dengan wajah seakan-akan dia baru saja melihat sesuatu yang tak bisa dipercaya.

“Kenapa? Aku punya kecepatan dan kekuatan yang ditingkatkan. Melawan seorang anak banci lembek sepertimu, kenapa…”

Dia jelas memiliki efek Skil dan kekuatan lebih besar.

Aku cukup yakin kecepatanku yang lebih tinggi, tapi.

Tentu saja, selama kau bisa mengendalikan Mana, kau bisa meningkatkan kekuatanmu setinggi yang kau inginkan. Karena aku juga mendapati pelatihan semacam itu ditempa padaku, aku tak bisa benar-benar menyebut dia terlalu kuat.

Dia hanylah secara sementara meningkatkan kekuatannya.

Ada defisiensi teknik yang sangat besar.

Aku mengidentifikasi presensi sekeliling dengan Skil dan merasakan para bandit lainnya telah ditangkap.

Semua yang tersisa adalah pria besar di depan mataku.

Saat aku mendekat, dia meletakkan kapaknya dan mengangkat tangannya. Dan padaku, dia memohon.

“T-tunggu! A-aku suka kau! Kalau itu denganmu, aku rasa aku akan bisa bermimpi besar! Jadi, jadi bagaimana kalau menjadikanku anak buahmu? Kalau seperti itu, aku tak peduli kalau kau menggunakan orang-orangku sebagai prajurit, atau apapun sesukamu.”

Dia melakukan perubahan kepribadian sepenuhnya, dan dia mulai menunjukkan sikap lemah.

Melihat kapak itu, itu tidak dalam jangkauan tangannya.

Tap Pertama bicara.

『Oi, ini satu yang licik. Mereka yang berwajah kepengecutan sering…』

Mungkin karena dia menyadariku menggeser mataku untuk sesaat, dia mengeluarkan sebuah pisau tersembunyi dan memasuki posisi untuk menggunakan sebuah Skil.

Gem di tangan kirinya memancarkan cahaya samar-samar.

Dia mengarahkan senyuman vulgar ke arahku.

“Dasar tolol!”

『… Punya satu atau dua senjata tersembunyi di suatu tempat pada diri mereka.』

Generasi Kelima mengeluarkan suara muak.

『Tak bisakah kau mengatakan itu sedikit lebih awal?』

『Apa kau bodoh? Ini lebih dari cukup waktu untuk Lyle.』

Di saat aku mendengar suara Pertama, aku sudah melancarkan sebuah tendangan melayang pada musuh.

Karena aku mengenai rahangnya dengan sebuah tendangan naik, Skil itu berakhir salah tembak.

Saat aku melihat sekeliling, aku dikelilingi oleh para petualang.

Berdasarkan tatapan lega mereka, sepertinya mereka berpikir aku akan jatuh korban pada sebuah serangan kejutan.

Aku pikir aku berhati-hati, tapi mungkin aku tidak cukup memperhatikan.

(Aku diselamatkan oleh Skil milik Pertama. Dan tunggu, Limit Burst ini… Itu juga satu yang luar biasa.)

Ada batas pada penggunaan terus-terusan, dan masing-masing memiliki kekhasannya, tapi semuanya bermanfaat.

Aku melepaskan Skil dan melihat pria tak sadarkan diri itu.

『Aku rasa itu selesai. Lyle, sebelum kau menyerahkan dia, tangan kirinya…』

Pada kata-kata Kelima, aku melepaskan Skil, menuju ke pria tak sadarkan diri itu, dan dengan paksa merobek kain yang membungkus sekeliling tangan kirinya sebelum mengambil gem-nya.

Gem merah itu memancarkan kilau samar-samar.

(Entah bagaimana, aku merasa yang ini jauh lebih berguna.)

Melihat itu, aku menengokkan kepalaku pada Jewel biru berkilauan di dadaku.

Jewel yang terus-terusan komplain dan bahkan memberikan batasan pda penggunaan Skil-ku.

Sebaliknya, gem ini tidak memilih pemiliknya, mengajari seseorang bagaimana cara menggunakan Skil, dan membiarkan mereka menggunakannya dengan bebas.

Kalau kau bertanya yang mana yang ingin kupilih, aku sangat condong untuk memilih yang merah.

『… Oi, itu sedikit menyakitkan.』

Mungkin Pertama merasakan apa yang ingin kukatakan dengan naluri buasnya, saat dia mengeluarkan suara halus.

Novem dan Lockwarde-san bergegas ke arahku.

Bos kawanan bandit itu dikepung dan diikat oleh para petualang.

“Lyle-sama… performa yang mengagumkan.”

Mata novem sedikit berlinang, tapi dia tetap mengarahkan senyuman padaku.

Lockwarde-san bergegas melihatku.

Dia mungkin ingin mengatakan sesuatu, melihat gem merah yang kupegang, tapi karena dia sendiri tidak benar-benar melakukan sesuatu, dia tak bisa mengutarakannya.

(Dia orang yang canggung.)

Saat aku memikirkan itu, aku mendengar suara-suara dari para petualang.

“Oi, ini cukup serius.”

“Darah keluar dari tubuhnya. Apa ini rekoil dari Skil-nya?”

“Yah, tak ada masalah selama dia masih hidup. Oi, kita bawa dia.”

Saat aku berbalik, aku melihat darah muncrat keluar dari tubuh pemimpin bandit itu. Pada pria besar itu, para petualang memberikan pengobatan untuk menyembuhkan luka-lukanya.

(Yah, itu akan merepotkan kalau dia mati.)

Penngunaan Skil secara berlebihan. Sepertinya tubuhnya tak bisa mengimbanginya.

(Aku mengerti saat aku melihatnya, tapi ada alasan para leluhur meletakkan batasan pengguanaan pada Skil-ku.)

Melihat pria berdarah itu, aku memperingatkan diriku sendiri agar hati-hati dengan itu di waktu yang akan datang.

Dan kali ini, Lokcwarde-san memanggil.

“U-um…”

Dengan ekspresi sangat kesulitan, Dia menggeser-geserkan matanya ke dan dari gem dan wajahku.

Melihat itu, Novem bicara padaku.

“Lyle-sama, waktunya untuk memenuhi tujuanmu.”

Mendengar itu, aku menyerahkan gem di tanganku. Aku ingin melemparnya, tapi saat aku memikirkannya, itu adalah pusaka warisan keluarga yang berharga.

Lebih baik memberikannya dengan tangan.

Lockwarde-san menerimanya dengan menggenggam kedua tangannya di sekeliling tanganku dan gem itu. Dia menatap wajahku dan berlinang air mata.

Dengan wajahnya yang merah terang, dia tampak seperti dia ingin mengucapkan terima kasihnya.

“Um, yah, aku tidak benar-benar melakukan banyak, tapi…”

Karena kata-katanya tidak keluar, Novem bicara padanya dengan halus.

“Tolong terimalah. Itu adalah keinginan Lyle-sama. Itu benar, kan, Lyle-sama?”

Dia tertawa pada dirinya sendiri selagi dia meminta konfirmasi dariku, dan aku menggaruk jariku karena malu dan memalingkan mataku.

“Yah, bagaimana aku mengatakannya… aku sudah mencapai tujuanku. Jadi tak ada masalah. Lebih penting lagi…”

“T-terima…”

Lockwarde-san berusaha memeras beberapa terima kasih, tapi dia tak bisa mengeluarkan semuanya.

Seorang petualang mendekati kami, jadi aku berbalik ke arahnya.

“Aku minta maaf karena menghalangi. Tapi ini juga tugas kami.”

“Tidak, terima kasih. Kami lah yang dibantu disini.”

Mengatakan itu, dia melepaskan tudungnya.

Dia adalah seorang laki-laki dengan mata tajam dan atmosfir yang mengindikasikan dia bukanlah seseorang untuk diremehkan.

Daripada memburu bounty(TLnote: hadiah buruan), ini adalah seorang petualang dengan sikap ramah pada penguasa feudal mereka.

Berdasarkan kemampuan dan karakter, dia adalah seorang petualang yang bisa diandalkan.

Akan tetapi, dia bukanlah seseorang dari Dalien.

Aku meminta Zelphy-san dan menerima kerjasama mereka.

Demi hal itu, aku mengkonfirmasi dengan Guild apakah itu akan menjadi maslah atau tidak. Hawkins-san membuat wajah kesulitan sebelum mengatakan aku tak bisa melakukannya secara terbuka.

Itu se[erti memberikan persetujuan diam-diam, kan? Lebih penting lagi, aku khawatir apakah mereka akan benar-benar membantu kami atau tidak.

(Kalau Zelphy-san benar-benar ingin menyelamatkan Lockwarde-san, aku berpikir dia akan dengan tegas meminta kerjasama mereka, dan sepertinya aku benar.)

Petualang itu membuat wajah lega.

“Tidak, kami juga sangat terbantu. Dengan ini, mereka ini akan diadili di wilayah kami. Sang penguasa feudal kemungkinan akan senang.”

Benar, mereka dari wilayah-wilayah di mana para bandit ini merajalela. Para petualang ahli dari wilayah-wilayah itu mengambil tempat dalam subjugasi bandit kami.

“Dari harta karun yang telah mereka tumpuk, kami ingin mencari item-item yang kami cari juga. Aku minta maaf karena buru-buru, tapi aku ingin kau menyaksikan itu.”

Mendengar itu, aku mengangguk.

『Benar, benar, di saat seperti ini, kau harus bergerak dengan cepat. Itu karena pekerjaan belum selesai. Kita jelaskan situasinya pada para petualang dari Dalien juga. Mungkin saja ada yang pergi mengejar harta karunnya karena hasrat mereka sendiri jika tidak.』

Aku mendengar suara Generasi Ketiga yang ceria.

Karena aku seharusnya menjadi saksi, aku meminta penjelasan pada petualang itu.

『Untuk kita mengandalkan pada para petualang.』

Sepertinya Ketujuh tidak bergantung pada mereka di jamannya.

Ketiga menjawab dia dengan nada lelah.

『Bahkan aku punya beberapa petualang yang berhubungan baik denganku… Yah, bukannya aku tidak mengerti perasaanmu. Mereka memiliki terbaik dan terburuk mereka.』

Kami tidak kekurangan orang ahli untuk pekerjaan kami.

“Kapak itu juga. Itu milik putra salah satu selir(TLnote: mistress) Penguasa Feudal. Kerabatnya mencari-cari kapak itu. Aku tahu kau punya hak akan itu, jadi mereka seharusnya memberikan cukup harga untuk itu.”

Aku melihat pada kapak perang yang pria besar itu gunakan.

Itu memang barang yang bagus.

Aku tidak membutuhkannya, jadi aku menyerahkan penentuan harga padanya.

“Aku tidak keberatan. Kami akan terima berapapun yang mereka berikan. Sekarang, bisakah kita mengkonfirmasi sisanya?”

“Baguslah kau sangat pengertian. Tapi apa kau yakin? Aku cukup yakin mereka bilang itu adalah sesuatu seperti sebuah pusaka warisan berharga, kau tahu? Akan mungkin untuk menaikkan harganya cukup banyak.”

Mendengar itu, aku megarahkan mataku pada Lockwarde-san, mengejutkan dirinya.

“… Yah, aku sedang tidak mood untuk itu (Aku sudah memenuhi apa yang harus kulakukan. Aku tak punya alasan untuk menunjukkan keinginan lebih).”

“Begitu ya. Kalau begitu lewat sini. Kami belum menyentuhnya, jadi itu masih di dalam tambang. Juga, aku akan beritahu klien tentang memento kapak itu. Mereka akan pasti berbahagia.”

“Meski begitu… yah, aku akan serahkan itu padamu.”

Adalah terbaik kalau aku tidak mengatakan sesuatu yang tidak perlu, kan? Itu yang kupikirkan, jadi aku hanya serahkan itu semua pada niat baik pihak lainnya.

Aku menuju ke dalam tambang dengan petualang itu.

Novem mengikutiku. Lockwarde-san melepas kepergianku.

Lebih dari itu, dia mungkin terpaku, tak yakin akan apa yang dia ingin katakan.

Mungkin dia melamun karena lega.

『Bagus sekali. Sungguh bagus sekali. Pada keturunan Alice-san, aku mengembalikan gem-nya Alice-san… sialan, air mata keluar.』

Kedengarannya Generasi Pertama menangis.

Melihat itu, Kedua mengutarakan satu pernyataan.

『Kenapa pemandangan dari seorang pria paruh baya menangis sangatlah tidak enak dipandang? Apakah itu tampak seperti itu tepat karena kau adalah pendiri kami?』

『Keparat! Apa yang kau pikir kau katakan saat aku di sini merasakannya!? Kita bawa ini ke luar!』

『Dan aku sudah bilang, kita terjebak di sini! Kenapa kau tidak belajar sedikit, dasar barbar!?』

Itu adalah pertukaran mereka biasanya, tapi…

(Oi, hentikan! Aku agak kelelahan setelah menyelesaikan sebuah pertarungan… ah, rasa pusing ini…)

Saat aku goyah sedikit, Novem menopang tubuhku.

“Lyle-sama!?”

“Oi, oi, kau tak apa? Yah, kau memang bekerja sekeras itu. Kau bisa istirahat sedikit…”

“T-tidak… Aku bisa bertahan untuk sedikit lebih lama (Kalian berdua(TLnote: maksudnya Pertama dan Kedua) perlu belajar!!)”

Mereka tidak diam hingga akhir.

Ini adalah pola biasanya, tapi aku mulai membencinya.

Di atas gerobak berguncang…

Terkunci di dalam jeruji besi, para bandit itu dilempar ke tiga gerobak yang tampak-sempit.

Meninggalkan wilayah Dalien, mereka tidak tahu mereka dikirimkan ke wilayah di mana mereka terkenal buruk.

“Sialan semua, kita bahkan belum melakukan apa-apa!”

“Benar! Kita belum melakukan apapun di wilayah ini!”

“Kita akan cukup segera dilepaskan! Dan mengambilnya kembali.”

Para bandit itu mengeluarkan beberapa kalimat semaunya, tapi para petualang di sekitar mereka semua tersenyum.

Itu tidak tampak mereka menertawakan kalimat-kalimat yang para bandit itu seenaknya katakan. Tampaknya mereka tahu apa yang menunggu mereka.

Melihat itu, pria besar itu merasakan perasaan tidak nyaman.

“Oi, mereka ini para petualang Dalien, kan?”

Dia mengelus-elus dagu nyerinya selagi dia bertanya salah satu anak buahnya. Itu salah satu yang mengumpulkan informasi di Dalien sebagai seorang petualang.

“Tak pernah lihat dia sebelumnya.”

Diberitahu itu, pria besar itu memeriksa sekelilingnya.

“… Kemana sebenarnya kita menuju? Untuk kita dibawa melebihi perbatasan Dalien, apa maksudnya ini?”

Mendengar itu, salah satu petualang mendekati jeruji besi itu.

Di atas seekor kuda, dia mengamati para bandit selagi dia bicara.

“Kapan kami pernah bilang kami dari Dalien? Kalian akan menerima pengadilan pantas di wilayah yang kalian kacaukan.”

Wajah kawanan bandit itu tiba-tiba memucat.

Sebuah negara dimana para penguasa feudal memiliki kekuatan besar. Itulah Kerajaan Bahnseim.

Sementara mereka semua berbagi sebuah koneksi, masing-masing wilayah dibentuk oleh kehendak penguasanya.

Untuk alasan itulah, kriminal yang melintasi perbatasan sering dengan sesalnya dibiarkan saja.

Meskipun kalau mereka pergi terlalu jauh, beberapa pemburu bounty terkenal atau lainnya akan datang untuk kepala mereka.

“A-apa maksudmu!? Kita berada di Dalien! Tak ada alasan kau seharunya membawa kami!”

Melihat pemimpin mereka yang bingung, anak buahnya di sekeliling menjadi semakin panik.

Senyuman para petualang itu melebar.

“Kami hanya tidak sengaja menangkap kalian semua setelah kalian tanpa sengaja melintas ke wilayah kami. Karena para petualang Dalien tanpa sengaja mengiring kalian jauh-jauh ke sini, kami yang tanpa sengaja di area mengambil inisiatif, dan menangkap kalian. Astaga, ini merepotkan. Mereka di Dalien itu… kita menjadi cukup berhutang.”

Para petualang itu masing-masing menerima berbagai request.

Aku ingin kau mengembalikan barang berhargaku yang dicuri oleh kawanan bandit itu.

Aku ingin kau menjatuhkan musuh keluargaku.

Mereka telah menerima berbagai permintaan itu di saat bersamaan, dan bergegas ke Dalien untuk berpartisipasi dalam misi Subjugasi Bandit.

Yang membuat kontak dengan para petualang terhubung dengan penguasa feudal itu adalah Zelphy.

“Jangan bercanda! Kenapa menjadi seperti ini!? Karena kami penjahatnya di sini? Kalau begitu seharusnya ada keparat yang lebih besar di luar sana untukmu!”

Itu seperti yang pria besar itu katakan.

Dosa para bandit itu tak lebih dari kejahatan ringan di mata penjahat sebenarnya.

Tentu saja, itu, dibandingkan penjahat sebenarnya.

Dosa mereka tetaplah cukup berat.

Mereka menyerang desa-desa dan bahkan membakarnya hingga rata dengan tanah. Mereka melancarkan serangan-serangan pada mansion dari para penguasa yang memerintah desa-desa. Pada para wanita, mereka…

Mereka telah menumpuk berbagai kejahatan.

Tapi penguasa wilayah di mana mereka melakukan hal-hal semacam itu tidak bisa menyentuh mereka setelah mereka kabur. Kalau seperti ini, kehormatan sang penguasa akan hancur.

Ketidakpuasan dari rakyat akan menumpuk, pada penguasa mereka yang tidak dapat diandalkan.

“Mana kutahu. Keberuntungan kalian buruk kali ini. Juga, meskipun kau memberitahuku itu setelah kalian telah mengamuk begitu lama… Kami bahkan punya para petualang di sini dari desa-desa yang kalian serbu, kau tahu?”

Mendengar itu, pria besar itu melihat sekeliling.

Diantara wajah-wajah tersenyum, ada beberapa yang tidak tersenyum sama sekali.

Mereka mengangkat senjata di tangan mereka.

“K-kami akan diadili, kan? Kalau kalian membunuh kami di sini…”

“Hah? Apa yang kau bicarakan? … Meskipun ada satu atau dua kurang, kalau kalian mencobanya, itu akan menjadi eksekusi kelompok, kan? Kami hanya perlu menjaga sejumlah beralasan dari kalian tetap hidup.”

… Semua wajah para bandit itu memucat.

Setelah kembali ke Dalien, kami melepaskan personil yang kami telah kumpulkan dan mengembalikan alat-alat dan gerobak-gerobak kepada para pedagang.

Dari harta karun yang para bandit kumpulkan, kami mengembalikan mayoritasnya, jadi jika kau memotong pembayarannya, kami memiliki apa yang akan berjumlah sekitar enampuluh koin emas.

(Normalnya, kami akan sangat merah(TLnote: deep in the red, maksudnya kekurangan). Meskipun kami memberantas mereka, kalau kau memikirkan semua berbagai masalah yang akan muncul, kepala penguasa di sini pasti kesakitan.)

Dalam saja bantuan yang diminta gagal terpenuhi, kami memang mempekerjakan beberapa petualang ahli dari Dalien juga, untuk jaga-jaga.

Untuk itu, kami menghabiskan cukup banyak uang.

Merepotkan untuk mencari tempat para bandit itu mencairkan aset curian mereka, jadi aku menyerahkan kebanyakan dari itu pada para petualang.

Semuanya berakhir, dan semua yang tersisa adalah melapor ke guild.

“Dengan ini, kita akhirnya bisa mengakhiri masalah ini.”

Aku meregangkan tubuhku.

“Kerja bagus, Lyle-sama. Meski begitu, apa tujuanmu sebenarnya di sana?”

Saat Novem bertanya, aku kesulitan harus kutanggapi bagaimana.

Haruskah aku mengungkap kebenaran tentang kehendak para leluhurku di dalam Jewel, ataukah aku sebaiknya tetap diam?

(Tidak, aku sebaiknya mengambil kesempatan untuk memberitahunya. Dia sudah melihatku menggunakan Skil-Skil itu dalam pertarungan sebelumnya, jadi itu bukannya aku kurang bukti persuasif…)

Kemudian, menarik seekor kuda, Zelphy-san muncul.

“Kerja bagus, kalian berdua.”

“T-terima kasih untuk kerjamu, Zelphy-san.”

Saat Novem mengatakan itu, aku juga memberi jawaban ringan.

“Sekarang kita ke pemandian sebelum mempir ke guild. Bos Hawkins pasti m’nunggu dengan khawatir.”

Saat Zelphy-san mengatakan itu, sebuah gambaran dari Hawkins-san yang tampak-khawatir melayang di kepalaku.

Kami belum mengenal satu sama lain untuk waktu lama, tapi dia benar-benar orang yang baik.

“Yeah, mari. Juga, Zelphy-san, kau punya beberapa urusan dengan kami juga, kan?”

Pada kata-kataku, Zelphy-san melebarkan matanya.

Dia menggaruk rambutnya dan memalingkan matanya.

“… Yah, yah, aku pikir kau adalah seorang bocah lemah, tapi kau ternyata anak yang cukup m’ngagumkan, kau tahu.”

Menghela nafas, dia bicara pada kami.

“Setelah mampir ke Guild, kita pergi ke manor penguasa bersama-sama. Ada beberapa hal yang kalian lebih baik k’tahui.”

Mengatakan itu, dia membenarkan posisinya di atas kuda dan pergi.

Novem mengarahkan senyuman padaku.

“Kapan kamu menyadarinya? Bahwa Zelphy-san adalah seorang petualang yang berafiliasi dengan penguasa feudal Dalien?”

Mendengar kata-katanya, aku mengangkat kedua tanganku tanda menyerah.

“Mungkin lebih lambat darimu, Novem. Juga, aku tidak menyadarinya dengan kemampuanku sendiri.”

『Benar, aku yang menyadarinya. Tidak, maksudku, dia ahli, dan dia bisa mengumpulkan informasi dalam sekejap mata. Itu hanya level sekitaran, ‘hei, tidakkah gadis ini sedikit mencurigakan?’, tapi saat gadis Aria itu keluar, itu perlahan-lahan menjadi lebih jelas…』

『Cukup. Pembicaraan ini tidak mengarah kemana-mana.』

Ketiga mulai membual, tapi Keempat menghentikannya.

“Aku hanya berpikir dia sedikit mencurigakan. Dari waktu Hawkins-san merekomendasikan dia sebagai penasihat kita. Tentu saja, aku berpikir kita akan mendapatkan Zelphy-san meskipun kita membayar biaya yang lebih kecil.”

“Kau mencurigai dia sejak dari awal!?”

“Maksudku, mereka merekomendasikan kita seorang penasihat saat kita jelas memiliki beberapa keadaan ganjil mengelilingi kita. Juga, sementara sistemnya ada, mereka tidak secara terbuka merekomendasikannya pada pelamar(TLnote: applicants=pelamar/pemohon <dalam hal pekerjaan, dalam hal ini calon petualang pemula>) lainnya.”

Melihat dia tertawa pada dirinya sendiri, aku mulai mempertanyakan kenapa dia membayar biaya sebegitu tinggi kalau begitu.

Merasakan itu, Novem memberikan penjelasan.

“Itu karena aku berpikir bahwa para penasihat akan memberi saran terbaik mereka saat uang dilibatkan. Demi mencapai ambisi Lyle-sama, aku menentukan itu bukanlah tempat terbaik untuk menghemat.”

“Benarkah? (Ambisiku? Tunggu, apa aku mengatakan sesuatu semacam itu padanya?)”

Ada beberapa bagian yang tak bisa kumengerti, tapi ada keperluan untuk melapor ke guild, jadi Novem dan aku menuju ke pemandian.

Kami punya kotoran bernilai beberapa hari pada kami, jadi ada juga alasan kami ingin segera membasuhnya.

(… Meski begitu, ambisiku? Aku tidak ingat mengatakan sesuatu semacam itu, dan… menjadi seorang petualang hanyalah seperti itulah berakhirnya, atau haruskah kukatakan, itu hanya karena aku tak bisa memikirkan sesuatu yang lain untuk dilakukan.)

===


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s