Sevens – 1st Gen. – Chapter 10


Kemampuan Lyle


===

Setelah menyelesaikan persiapan kami untuk perjalanan beresiko ke luar dari kota, kami menuju ke guild.

Umumnya, adalah praktik standar untuk memberikan laporan ke guild setiap kali kau berencana pergi ke luar. Tentu saja, ada alasannya.

Itu untuk guild terus memantau di mana para petualalng berada dan apa yang mereka lakukan. Di saat yang sama, dalam kasus dimana seseorang tidak kembali jauh melebihi waktu yang ditentukan, mereka akan mengambil tindakan berdasarkan asumsi bahwa seseuatu telah terjadi padamu.

Kami bertemu dengan Zelphy-san, tapi daripada pakaian mudah-untuk-bergerak biasanya, dia mengenakan armor berbasis-kulit.

Dia memegang sebuah pedang dan perisai yang dia terbiasa, dan berdasarkan penampilan, dia tampak seperti seorang kesatria.

“Tepat waktu, atau mungkin agak terlalu awal… yah, biarlah.”

Zelphy-san memuji kami dan menemani kami ke lantai dua guild. Kami mengisi selembar formulir kosong dan membawanya ke meja resepsi.

Yang bertugas di konter kami adalah Hawkins-san.

“… Diterima. Pastikan kalian kembali dalam waktu yang sesuai. Jika ada perubahan dalam rencanamu… yah, itu mungkin takkan terjadi, tapi jika kau terlalu terlambat, guild mungkin mengirimkan kelompok pencarian untukmu.”

Hawkins-san tampak khawatir, tapi kami punya Zelphy-san menemani kami. Itu diluar pertanyaan bagi kami untuk menjadi lalai karena pikiran tenang kami, tapi tetap, kami punya seorang penasihat dengan kami.

Kami mungkin takkan memasuki situasi yang terlalu serius.

“Hari ini, kami akan hanya membuat mereka untuk memahami aliran hal-hal(TLnote: grasp the flow of things, disini maksudnya memahami cara-cara/langkah-langkah bagaimana/apa yang dilakukan.). Membuat kalian berdua kembali hidup-hidup tertulis di kontrakku.”

“Petualang harus selalu mematuhi kontrak, ya?”

Saat aku mengatakan itu, Zelphy-san mengangguk.

Petualang adalah satu hal, tapi tendensi itu kuat diantara tentara bayaran. Maksudku, memiliki seseorang yang melanggar kontrak membuat masalah kepercayaan yang cukup besar.

Untuk itu, Zelphy-san mengajari kami untuk dengan seksama mengkonfirmasi isi request kami.

“Itu hal penting sebagai seorang manusia. Jangan mengingkari janjimu, anak-anak.”

Saat Zelphy-san mengatakan itu, Hawkins-san menghela nafas.

“Yah, itu merepotkan bagi kami karena cukup banyak orang yang gagal melakukannya. Sekarang, berusahalah yang terbaik. Sebagai seorang petualang, untuk seseorang hidup dengan perdagangan, itu haruslah memburu monster, kan?”

“Kalau begitu kami akan berangkat.”

Dengan kata-kata itu, kami berangkat dari guild.

Luar Dalien.

Kami keluar melewati dinding-dinding yang sekitar empat meter tingginya dan berjalan di sepanjang jalan raya.

Kami memastikan untuk tidak menghalangi para sudagar/pedagang dan gerobak/kereta yang datang dan pergi, dan kami terkadang bertukar salam dengan mereka yang berpapasan dengan kami.

“Kalian berdua punya obat-obatan yang lebih dari cukup, kan?”

“Ya.”

Selagi aku mengangguk, Zelphy-san memanggil seorang pengelana agak kotor di jalan.

“Apa yang terjadi? Kau cukup berlumpur itu.”

Saat ditanya, pengelana itu menjelaskan keadaannya.

“Aku nggak tau, bung(TLnote: huh? Bung? Entahlah, raw englishnya adalah ‘man’). Aku melenceng sedikit dari jalan untuk melakukan urusanku, dan seekor slime(TLnote: kalau kau nggak tahu apa itu slime, maka itu sungguh terlalu.) menyerangku. Aku bisa menangkisnya dengan jubahku, tapi aku jadi sedikit terbakar.”

Slime adalah tipe monster yang ada sebagai sebuah nukleus dan cairan dengan membran transparan. Itu melompat pada makhluk hidup dan memangsa mereka dengan meleburkan(TLnote: dissolving=melarutkan/meluruhkan/meleburkan) mereka ke cairannya.

Tapi itu tidak memiliki banyak intelijensi(TLnote: intelligence=intelijensi/kecerdasan), jadi jika kau mendekatinya, itu akan menyerang, tapi jika kau tidak mendekatinya, itu takkan melakukan apa-apa.

Mereka muncul dalam jumlah besar, dan mereka adalah jenis monster merepotkan yang membahayakan para pedagang, kuda yang menarik gerobak, pengelana, dan semacamnya.

“Begitu ya. Ini, pakai ini.”

Pada pengelana yang menunjukkan jubah terbakarnya dan lengannya yang memerah, Zelphy-san melemparkan beberapa obat. Itu yang murah, tapi aku bertanya-tanya apa tidak apa-apa melepaskan itu dengan begitu mudahnya.

“Maaf soal itu. Secara-jarak, itu sekitar dua kilometer dari jalan, dan dari arah sini, mereka berada di belukar di kanan. Aku rasa ada cukup banyak di area itu?”

Setelah menerima informasi, Zelphy-san melambaikan tangannya dan berpisah dengan petualang itu.

“Apa itu tadi?”

“Orang-orang yang terbiasa bepergian mengerti keadaan kita, nak. Jadi sebagai kompensasi, dia membayarku dengan informasi. Aku rasa akan ada beberapa yang berbohong juga, tapi itu jalan yang mereka sendiri gunakan, jadi mereka akan berikan cukup banyak informasi pada petualang yang keluar berburu monster.”

Kalau begitu tidakkah dia memberitahumu dengan gratis saja? Aku memikirkan itu, tapi Zelphy-san menyeringai lebar.

“Lyle, ingat ini. Manusia bekerja lebih saat ada imbalan. Jumlah info yang kau dapat juga sama.”

“Begitu… ya? Itu untuk keuntungan mereka sendiri, ya?”

Dari sudut pandangku, aku tidak mengerti kenapa mereka akan pelit dengan informasi bahkan saat itu akan bermanfaat bagi mereka.

“Tentu saja, ada beberapa yang berpikir seperti itu juga. Tapi seperti semua hal lainnya, itu tidak semua orang. Kau harus belajar lebih banyak tentang dunia.”

Dengan itu, kami mulai menuju ke arah tempat yang ditunjukkan pada kami.

Aku punya sabre cadangan yang kubeli juga, jadi aku tidak khawatir soal perlengkapanku. Juga, lawan hari ini adalah slime.

Jika mereka memiliki pengetahuan yang diperlukan, itu adalah lawan yang bahkan seorang warga sipil bisa atasi.

“Oh? Saat yang tepat. Kalian berdua, lihat ketiga petualang di sana? Lihat mereka selagi kalian berjalan.”

Mendengar itu, aku menengokkan kepalaku untuk melihat satu kelompok tiga-orang menggenggam pisau dan mengenakan… pakaian warga sipil kelas-ringan.

Meskipun lawan mereka adalah slime, pergerakan tidak seragam mereka menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki koordinasi.

“Apa mereka itu pemula?”

Pada pertanyaan Novem, Zelphy memberikan sedikit koreksi.

“Meskipun mereka pemula. Perlengkapan mereka tidak bagus. Tapi tidaklah jarang m’ndapatkan kesulitan dengan seekor slime. Meskipun tersebar-luas bahwa selama mereka punya senjata, siapapun bisa mengalahkannya…”

Dalam semua itu, Generasi Pertama memasuki pembicaraan.

『Aku hanya melawan mereka dengan ranting pohon berserakan, tapi. Kalau aku membawa batu sihir di dalam kulit dan inti mereka, paman di guild akan memberiku permen. Dulu saat aku kecil, itulah bagaimana aku akan mendapatkan cemilanku, kau tahu? Yah, itu mungkin tidak mungkin bagi bocah lembek sepertimu.』

Sepertinya dia mencoba memprovokasiku, tapi semua yang kupikirkan adalah…

(Kau dicurangi, kau tahu, Generasi Pertama.)

Aku menganggap itu agak kasihan. Mungkin karena dia terlalu muda untuk menyadarinya, mereka sungguh memanfaatkan dia dengan baik.

(Dan tunggu, mengalahkan monster di umur semuda itu, seberapa barbar dirimu?)

Tapi tak bisa menahan dirinya sendiri, Kedua tertawa terbahak-bahak selagi dia mengugkap faktanya.

Di saat aku memutuskan untuk menyimpannya di dalam diriku sendiri(TLnote: keep it to myself, maksudnya disimpan di dalam hati/tidak diutarakan.), sepertinya kebaikanku tak ada artinya.

『Gyahahaha! Permen sebagai ganti untuk material monster, kau bilang? Seberapa banyak mereka mengakalimu! Ah, perutku mulai sakit~.』

『A-apa!?』

『Bahkan di jamanku, itu beberapa tembaga. Kau bisa dapat berkantung-kantung permen dengan itu.』

Generasi Kedua benar-benar tampak bergembira saat dia mengejek Pertama.

(Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua?)

Diantara para leluhur Keluarga Walt, Generasi Kedua luar biasa datar(TLnote: plain=datar, di sini maksudnya biasa-biasa saja.). Tapi jelas ada sesuatu yang berakar dalam diantara mereka berdua.

Tentu saja, aku tahu kira-kira itu apa.

『Pak tua sialan itu! Dia bakalan kuhajar!』

『Aku cukup yakin dia sudah mati.』

Generasi Ketiga menghentikan, dan percakapan berakhir di sana. Itu tidak dengan di pihakku, tapi.

“… Hei, Lyle, apa kau bahkan mendengarkan?”

“Lyle-sama?”

“Ah, tidak… Aku minta maaf.”

Aku memberikan terlalu banyak perhatian pada percakapan para leluhur, dan aku melupakan Zelphy-san. Dengan sikap lelah, dia menghela nafas.

“Hah, kalau begitu kukatakan lagi. Tak peduli seberapa lemah mereka, jika kau dipukul, itu akan sakit. Juga, itu bahkah lebih saat mereka m’makai(TLnote: usin’, ini semacam cara bicaranya Zelphy, jadi seterusnya akan kuubah seperti itu untuk menyesuaikan) senjata jangkauan pendek seperti pisau. Itulah kenapa pinggul mereka gemetar ketakutan. Kalau mereka mengepungnya untuk menyerang, itu akan jauh lebih efisien, tapi mereka sangat kebingungan hingga mereka tidak menyadarinya; masalah mereka lainnya.”

Novem melihat kelompok bertiga itu selagi dia bertanya.

“Apa kamu yakin kamu tidak mau memberitahu mereka?”

“Kenapa? Aku penasihat(TLnote: advisor, pembimbing juga bisa) kalian. Aku sudah menerima uang, tanggung jawab, dan kewajiban. Aku nggak ada urusan dengan mereka di sana. Akankah kau beritahu mereka, Novem? Kalau kau melakukannya, aku takkan menghentikanmu. Hanya saja…”

“Hanya saja?”

Aku penasaran pada apa yang akan dia katakan.

“Mereka bertiga harus mengambil kesempatan ini untuk mempelajarinya. Belajar rasa sakit. Tidak seperti kalian, mereka belum sadar mereka perlu seseorang untuk mengajari mereka, dan bahwa aset mereka tidaklah cukup untuk mendapatkan perlengkapan yang cukup baik. Apalagi seperti itu.”

“… Itu benar.”

Novem tampak puas dengan jawaban itu.

Tapi dia menengokkan kepalanya berkali-kali untuk melihat pada ketiganya. Mereka tampak terluka, tapi mereka telah mengalahkan slime nya dengan selamat.

Sambil mengeluh akan rasa sakit, mereka mengumpulkan material Slime itu.

Aku juga melihat mereka.

“Menurutmu kita dingin?”

“Tidak, yah… sedikit.”

Saat aku meberikan jawaban terus terang, Zelphy-san tersenyum. ‘Jujurnya’, dia bilang, selagi dia memberikan penjelasan.

“Meskipun seorang petualang menantang monster dan mati, itu tanggung jawabnya sendiri. Terlebih jika mereka dengan bodohnya terlalu meninggikan kemampuan mereka sendiri, dan pergi melawan yang lebih kuat. Orang-orang bodoh seperti itu akan hanya mengulangi hal yang sama jika kau menyelamatkan mereka. Meskipun kau menghentikan mereka dari m’lawan monster, mereka akan tetap menjadi orang bodoh.”

Orang bodoh seperti itu mengerikan, dia bilang.

“Juga, kalau kau terus b’baik hati pada mereka, ada banyak yang menjadi jumawa. Khususnya dalam sebuah pekerjaan kelas-rendah seperti b’petualang, itu tidak jarang sama sekali.”

(Seperti mereka akan katakan untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain?)

“Meskipun mereka tidak semua seperti itu, juga tidak mungkin kita bisa mengulurkan tangan kita pada mereka semua, adalah apa yang kamu katakan?”

Saat Novem mengatakan pengertiannya, Zelphy-san memberitahunya bahwa dia setengah benar.

“M’nyelamatkan mereka itu mudah. Tapi bisakah kau mengurusi seseorang yang telah kau selamtkan selamanya? Meskipun kita menyelamatkan mereka sebelumnya, mereka bisa saja melakukan pengulangan dari hal yang sama. Kalau mereka dari disposisi yang sedikit lebih buruk, mereka bahkan mungkin memperdaya diri mereka sendiri b’pikir bahwa seseorang di sekitar akan menyelamatkan mereka saat sesuatu berbahaya terjadi… jadi, saat mereka nggak akan mati atau apapun, adalah terbaik untuk membuat mereka mengetahui rasa sakit.”

Saat dia mengatakan itu, Generasi Kedua setuju.

『Daripada memberi mereka roti, ajari mereka bagaimana menanam(TLnote:cultivate=menanam/mengolah/membudidayakan) gandum. Sungguh, ada banyak mereka sendiri yang akan menjadi busuk jika semua yang mereka lakukan hanyalah menerima roti.』

“Yah, kalau kau ingin aku menyederhanakannya, kalian adalah amatiran. Kalian tidak di pihak yang m’nyelamatkan, tapi di pihak yang diselamatkan… tidak, kalian di pihak yang masih diselamatkan. Kalau kau ingin menyelamatkan mereka, kalau begitu kau harus menjadi kelas pertama sesegera yang kau bisa.”

Mengatakan itu, Zelphy-san diam dan meneruskan berjalan ke arah tujuan kami.

Saat kami tiba di tempat yang pengelana tadi bicarakan, kami memang jelas menemukan beberapa slime.

Berdasarkan apa yang kulihat saja, aku bisa mengkonfirmasi lima slime.

Cairan bergoyang-goyang, hijau-ercis(TLnote: pea-green, pea=kacang/kacang polong/ercis), berlumpur mereka tertumpah-tumpah selagi tubuh mereka merayap di permukaan tanah. Di dalam massa mereka, sebuah item berbentuk bulat, merah, seperti-inti samar-samar terlihat.

“Fumu, dia bilang belukar, tapi itu lebih mendekati hutan. Kita tidak mau mengejar mereka terlalu jauh, jadi… ah, di sana satu.”

Selagi dia mengatakan itu, Zelphy-san memungut sebuah batu di sekitar permukaan tanah.

Setelah melemparnya ke atas beberapa kali, dia melemparkannya pada seekor slime.

Slime yang terkena pergerakannya menjadi tidak jelas.

Slime itu mulai menuju ke arah kami.

“Aku terkejut itu bisa tahu di mana kita berada tanpa mata atau telinga.”

Aku mengeluarkan sabre ku, dan Zelphy-san mengambil kuda-kuda(TLnote: stance) dengan pedang dan perisainya. Novem memengang tinggi tongkatnya.

“Kalian berdua cukup gugup. Tidakkah tubuh kalian terlalu kaku? Aku akan tunjukkan kalian dasar-dasar, jadi lihat baik-baik.”

Dengan itu, Zelphy-san menuju slime yang menuju ke arahnya… tidak, yang tadinya menuju ke arahnya.

Dari titik dia melempar batu, dia berpindah hanya-sedikit. Tapi dengan hanya pergerakan itu, slime itu mendorong dirinya sendiri ke ruang yang Zelphy-san duduki sebelumnya.

Itu saja yang terjadi, tapi dengan santainya, Zelphy-san menusuknya selagi slime itu datang.

“Kalau kau mendekatinya, itu tak bisa merasakan langkah kaki atau getaran, tapi tetap, itu akan menyadarimu, jadi pastikan untuk menjatuhkannya dalam satu serangan.”

Selagi pedangnya menembus daging slime, cairan mulai muncrat keluar darinya.

Setelah beberapa saat, pergerakan makhluk itu berhenti, dan Zelphy-san memanggil Novem.

“Novem, sini.”

“Y-ya!”

“Tenanglah. Keluarkan tong kecilnya(TLnote: cask).

Novem menyerahkan tong kecil yang dijual di lantai satu guild.

Mengeluarkan sebuah pisau, Zelphy-san membuang cairan berlumpur slime tadi,  dan menggunakan pisaunya untuk membuka kulit slime tadi.

Dari itu, inti dan batu sihir lainnya jatuh, dan dia meletakkan itu di sebuah kantung terpisah.

Ke dalam tong, dia meletakkan kulit, dan sesuatu lengket yang ada di permukaan slime tadi.

“Dan itulah bagaimana kau melakukannya. Umumnya, kau harus tetap waspada pada sekelilingmu saat kau mengumpulkan material. Atau anggota lainnya seharusnya menjagamu, kan?”

Dia melihat ke arahku, jadi aku segera meminta maaf. Tapi dia menyeringai, dan memberitahuku agar tidak terlalu memikirkannya.

“Berhati-hatilah lain kali. Kau lihat apa yang kau seharusnya kumpulkan, kan? Kau akan melakukan itu nanti, tapi pastikan kau tidak menggunakan sarung tangan yang kau gunakan untuk mengumpulkan untuk sesuatu yang lain.”

Mendengar peringatannya, kami meniru Zelphy-san dengan memungut bebatuan(TLnote: rocks=batu-batuan/bebatuan/batuan/ kerikil juga bisa).

“Novem sebaiknya menggunakan pisau atau meminjam sabre dari Lyle. Kalau kau mengalahkan merka dengan benda tumpul, mereka akan muncrat, jadi itu akan merepotkan.”

“Baik. Lyle-sama, boleh aku pinjam satu sabre?”

Saat Novem baru saja selesai mengatakan itu, Zelphy-san tiba-tiba menaikkan suaranya.

“Kalian berdua, mundurlah!”

Dia tiba-tiba berteriak pada kami, tapi aku mendengar satu suara dari Jewel juga.

Itu adalah suara Generasi Pertama.

『Segeralah ke belakang nona petualang itu! Tidak, pastikan kau melindungi Novem-chan juga! Itu goblin!』

Goblin.

Monster yang memiliki wajah lebar dan kulit hijau. Tinggi mereka kurang dari dua pertiga orang dewasa, tapi tidak seperti frame kurus dan anggota badan mereka, mereka relatif kuat.

Diantara monster, mereka adalah salah satu dari yang lebih lemah, tapi mereka dikategorikan sebagai ras yang merepotkan.

Alasannya adalah, mereka lemah saat sendirian, tapi dalam kelompok… dalam legiun… apa lagi, mereka memegang senjata.

Seorang sarjana(TLnote: scholar) dulu menulis bahwa jika Goblin memiliki hanya sedikit lebih banyak kebijaksanaan(TLnote: wisdom), maka dunia akan telah jatuh ke kekuasaan mereka sejak lama.

Dari belukar…

Seekor goblin datang dilengkapi dengan sebuah busur, dan satu lagi melompat keluar dengan senjata tumpul terbuat dari ranting dengan sebuah batu diikat di ujungnya.

Sebelum yang di belakang menembakkan anak panah, Zelphy-san dengan cepat melangkah dan menghadangnya. Dia berteriak agar kami mundur.

Pendapat Pertama juga sama.

“Kalian berdua mundurlah dan tunggu perintah lebih jauh! Aku akan melawan pengganggu-pengganggu ini.”

『Kau takkan bisa menang. Diam saja dan dengarkan nona itu. Mereka tidak punya terlalu banyak kekuatan kasar, tapi mereka mendorong dengan jumlah.』

Itu seperti yang Pertama katakan.

Dari belukar, tujuh lagi goblin muncul.

Tapi…

『Apa yang kau katakan? Tunjukkan pada mereka bagaimana itu diklakukan, Lyle.』

Diberitahu oleh Ketujuh, aku mengarahkan ujung pedangku pada brigade golin. Zelphy-san juga di sana, jadi aku memanggilnya.

“Zelphy-san, jangan bergerak sebentar.”

“Apa yang kau…”

Selagi Zelphy-san berurusan dengan mereka, aku bersiap untuk menggunakan sihir.

Saat ini, Jewel nya menyedot Mana ku.

Mempertimbangkan mana ku, dan jumlah musuh, satu mantra adalah batasku. Sungguh, tak bisa dihindari jika mereka memberitahuku ini bukanlah level dimana aku bisa menggunakannya dalam pertarungan nyata.

『Oi, dasar bodoh! Itu tidak mungkin bagi…』

Pertama berteriak, tapi aku tetap merapal.

(Kalau aku ingin mengalahkan jumlah ini bersamaan, kalau begitu…)

Lightning.(TLnote: petir/halilintar)

Sihir atribut petir menghujani goblin-goblin yang menuju ke Zelphy-san.

Waktu untuk mengaktifkan, cakupan, dan output(TLnote: pengeluaran).

Mempertimbangkan semua itu, itu benar-benar bukan di level untuk penggunaan praktikal, aku rasa.

Para goblin tersetrum, dan percikan melayang-layang di sekitar mereka. Aku mempertimbangkan jarak dalam perhitunganku, jadi Zelphy-san tidak terseret ke dalamnya.

Hanya saja.

“Aku gagal membunuh salah satunya.”

Setelah melihatku, salah satu goblin di depan Zelphy-san kabur.

Sepertinya sihirku tidak mengenainya, tapi itu hanya tergores. Lengannya terbakar hitam(TLnote: charred black, bisa juga gosong).

Menganggapku sebuah ancaman, goblin itu lari mati-matian.

Zelphy-san sedikit tercengang, tapi melihat pergerakan goblin itu, dia segera bereaksi.

Dengan satu serangan, dia menghabisinya.

Seperti yang kupikirkan, dia memiliki skil yang sesuai baginya untuk menjadi seorang panasihat guild.

“… Oi, oi, apa itu tadi atribut petir? Jadi kau seorang penyihir?”

“Aku memang melaporkan itu, bukan?”

“Tidak, yah, memang. Tetap saja, sihir seperti yang dari sebelumnya itu diluar perkiraanku. Bahkan aku bisa menggunakan beberapa mantra, tapi kalau seseorang bertanya apa aku bisa menembakkan satu di level itu, aku akan jawab ‘tidak’ dengan segera.”

Setelah mengkonformasi bahwa sekeliling aman, Zelphy-san datang dan menanyaiku itu. Melihat sihirku, sepertinya dia terkejut.

“Kerja bagus, Lyle-sama.”

Novem melepaskan kewaspadaannya dan mendekatiku.

Membuat suara meletup-letup, pemandangan dari sekawanan goblin terbaring di tanah sambil melepaskan listrik tidaklah bagus untuk dilihat.

(Kalau dipikir-pikir, itu adalah pertama kalinya aku melawan monster.)

Baunya juga cukup sesuatu.

Aku meringis.

Pemandangannya adalah satu hal, tapi ada juga sekelompok orang menguras Mana ku selagi kami bicara.

『Itu tidak mungkin bagimu! Ya kan? … Pu. Fwha. FWHAHAHA! Apa kau lihat itu!? Itulah level kemampuan Lyle! Jangan remehkan anak ajaib Keluarga Walt!』

(Kakek, itu memalukan, jadi tolong hentikan.)

『Kalian terlalu meremehkan Lyle. Dia masihlah seorang penyihir yang membawa darah dari royalti, kau tahu.』

Ketujuh memberikan kesan mentah-mentah pada Petama, dan Generasi Keenam bicara dengan nada muak(TLnote: fed up=muak/sebal) pada yang lainnya.

『T-tidak… tapi bukankah penyihir mereka itu, kan? Aku merasa itu tidak sebegitu memudahkan dulunya.』

Kedua juga sedikit terkejut, tapi Ketiga memberikan kekaguman jujur.

『Itu cukup hebat. Itu memang belum di level praktikal, tapi jika kau menemui syaratnya, kau bisa membuat beberapa sihir sederhana. Aku telah mendapat kesan sedikit lebih baik akan dirimu, Lyle.』

Keempat juga terkejut kagum, dan dia gembira bahwa keluarganya telah menghasilkan seorang penyihir.

『Hasil dari diriku memaksakan diri untuk mendapatkan seorang pengantin dari keluarga viscount akhirnya terlihat! Sekarang Keluarga Walt adalah keluarga bangsawan sejati.』

Generasi Kelima lebih muak dengan semua yang lainnya.

『Apa sebanyak itu benar-benar sesuatu untuk dirayakan? Yah, bisa menggunakan sebanyak itu di usiamu cukup cakap. Aku memang melihat perlunya memperbaiki evaluasiku akan dirimu.』

『…』

Generasi Pertama tak bisa berkata-kata.

Dia diam… tapi itu hanya setelah dia melihat sihirku.

“L-Lyle-sama!”

“Tunggu! Ada apa!?”

Saat aku mendengar suara Novem dan Zelphy-san memanggilku, aku jatuh berlutut di tempat. Aku kehabisan nafas, dan aku berteriak di dalam kepalaku.

(Kalian seharusnya memiliki lebih banyak kesadaran diriiiiiii! Aku baru saja menggunakan sihir, jadi aku cukup kelelahan, kau tahu! Aku mohon, tolong diamlah!)

Dengan sihir lebih sederhana, tiga kali.

Dengan sihir dari kesulitan sedikit lebih tinggi, sekali adalah batasku.

Itulah kemampuanku saat ini mengenai sihir. Jika aku menaikkan levelnya hanya sedikit lagi, aku mengerti dari kasus ini bahwa aku takkan bisa mengaktifkannya.

(Apa itu hanya aku, ataukah Jewel ini cukup banyak menyeretku?(TLnote: dragging me down, maksudnya membebaninya))

===


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s