Re:X Alta – Chapter 8


Aku berjalan melewati koridor keluar dari gedung sekolah dan menuju ke arah lapangan dimana aku akan bertarung melawan senpai.

Sepanjang perjalanan menuju ke arah lapangan, aku menerima tatapan dari segala arah.

Tentu saja tatapan itu berasal dari para siswa lain yang melihatku.

Selain itu, aku juga mendengar beberapa dari mereka yang saling berbisik.

“Oi, itu orangnya.”

“Dia?”

“Jadi itu anak yang baru saja pindah ke akademi ini.”

“Dia terlihat biasa-biasa saja.”

“Kenapa dia mencari masalah dengan Harrington? Apa dia bodoh?”

“Benar juga. Padahal dia baru masuk di akademi ini. Mungkin karena itu juga dia tidak tahu siapa Harrington sebenarnya, jadi dia menantangnya.”

“Aku jadi kasihan sama dia.”

“Benar juga”

(Haah…. aku tak mengira jaringan informasi di akademi ini begitu cepat)

Meskipun aku menyadarinya, aku tetap berjalan menghadap ke depan seakan-akan aku tak memperdulikan mereka.

***

Sesampainya di lapangan, aku melihat kerumunan orang yang mana adalah para siswa yang sepertinya datang untuk menonton duel antara aku dan senpai.

Di saat mereka melihatku, kerumunan itu terbelah seperti Laut Merah untuk memberiku jalan.

Tepat di tengah-tengah lapangan yang dikelilingi oleh orang-orang, aku melihat Harrington-senpai dan beberapa siswa lain yang sepertinya teman-teman/pengikutnya berdiri dengan angkuhnya.

“Hoo…. Jadi kau datang, anak pindahan?”

“Tentu saja.”

Aku menjawab Harrington-senpai yang tampak sedikit terkejut saat melihatku datang.

“Hmph. Kau berani juga untuk seorang anak baru. Tapi kau akan menyesal karena berani menantangku.”

“Hahahahaha…. Benar, benar.”

“Ahahahahaha, Beneran, deh. Ahahahaha.”

Harington-senpai berkata dengan nada angkuhnya kepadaku yang kemudian diikuti oleh anak buahnya yang mendukung pernyataannya itu.

“Lagipula, kenapa juga kau membela gadis jalang, itu? Dia itu hanya gadis jalang dan bodoh!”

“Benar, benar.”

“Ahahahahaha.”

Sekali lagi dia dan teman-temannya berkata buruk tentang Fiona.

“….”

Tapi aku hanya diam.

“Kenapa kau diam saja? Apa kau ketakutan?”

“….”

Aku hanya diam tapi aku gemetaran dan tanganku mengepal karena marah mendengar hal itu.

“Hahahahaha. Kau lebih baik pulang sana, anak baru! Daripada kau dihajar Mark. Hahahahaha.”

“Ahahahaha…, benar, benar. Kau pergi saja sana!”

Bawahan Harrington-senpai yang melihatku hanya diam dan gemetaran mengira bahwa aku ketakutan dan menyuruhku agar lebih baik pergi.

Mendengar hal itu aku menyangkalnya dengan nada datar dan tanpa ekspresi.

“….Tidak. Aku tidak takut dan aku juga tidak akan pergi.”

“Hmph! Kau ini bodoh,ya? Terserah, aku akan memberimu pelajaran disini dan saat ini juga.”

Dan di hari kedua ini aku menjadi seorang siswa, pertarungan pertamaku sebagai siswa di akademi ini pun dimulai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s