Re:X Alta – Chapter 4

Hari kedua aku mulai mengikuti pelajaran di akademi, aku kembali merasakan atmosfer dari kelas tempatku berada dengan perasaan bosan hingga seakan-akan materi yang diberikan oleh guru masuk dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.

Hal itu kuanggap wajar jika aku tak mengerti apa materi yang sedang dipelajari karena aku memang tidak pernah menerima pendidikan resmi apalagi mengenai magis.

Aku memang seorang anak remaja laki-laki yang tumbuh dengan kerasnya hidup di jalanan dimana aku hampir setiap hari bersaing dengan orang lain untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan sehari-hariku.

Meskipun aku adalah anak jalanan, aku sebenarnya adalah salah satu anak yang tinggal di sebuah panti asuhan di pinggiran kota dimana di pinggiran kota itu adalah pusat dari kekerasan, kriminalitas, dan hal-hal berbahaya lainnya.

Untuk melindungi panti asuhan tempatku berada, aku harus berjuang untuk mendapatkan biaya guna membantu keberlangsungan panti asuhan itu.

Hal itu kulakukan karena aku adalah salah satu anak  tertua yang ada di panti asuhan itu, jadi aku merasa harus melindungi tempat berlindung anak-anak panti asuhan lainnya yang sudah aku anggap sebagai teman, sahabat, dan saudara-saudariku sendiri.

(Bagaimana kabar mereka, ya? Semoga mereka di sana baik-baik saja tanpaku.)

Di saat aku sedang menatap langit biru nan cerah di luar jendela, bel tanda istirahat makan siang terdengar menggema di kelas.

Mendengar bel tanda istirahat itu, pengajar yang ada di kelas menghentikan pelajaran dan mempersilahkan para murid menikmati waktu lunch break mereka, aku pun tak terkecuali.

(Waktunya istirahat, ya?)

Aku mengeluarkan kotak bekal makan siangku dari tas dan bersiap untuk menyantap bekal yang dibuatkan oleh Minami-nee.

Setelah aku membuka penutup kotak bekalnya, aku terpana oleh isi serta penataan bekal yang disiapkan oleh Minami-nee.

(Heeh…, Sasuga[1] Minami-nee. Dia selalu menyiapkan makanan yang mengundang selera. Arigatou[2] Minami-nee.)

Itadakimasu.”

Aku mulai menyantap bekal yang terdiri dari nasi, telur dadar, ebi katsu, karaage, dan lauk-lauk pelengkap lainnya.

Di saat aku sedang menyantap makan siangnya, aku melihat dua orang gadis berjalan mendekat ke arah mejaku.

Setelah dua orang gadis itu berdiri di sebelah mejaku, salah seorang dari mereka membuka mulutnya.

“Kurosui-kun, kan?”

Gadis yang memanggil namanya itu memiliki postur yang cukup tinggi untuk gadis seumurannya, mungkin sekitar 165-170cm.

“Hmm?”

Aku hanya mengangkat kepalaku saat dipanggil oleh gadis itu.

“Ee… Boleh kami ikut makan siang denganmu?”

Gadis itu mengatakan bahwa mereka ingin makan siang denganku.

“E-Eem… aku tidak keberatan, tapi apa tidak apa-apa?”

Aku pun menjawab dengan balik bertanya dengan nada yang agak ragu-ragu.

“Tentu saja, lagipula ini juga agar kita lebih mengenal sesama teman sekelas.”

“Ee…, baiklah kalau begitu. Silahkan.”

Setelah mendapat jawaban gadis itu, aku mempersilahkan mereka untuk ikut makan siang denganku.

Kedua gadis itu kemudian meminjam kursi murid lain yang terletak cukup dekat dengan mejaku dan kemudian duduk di sebelah kanan dan depan mejaku.

“Ah! Aku belum memperkenalkan diri. Namaku Fiona Staruvsky, panggil saja Fiona. Aku berasal dari Polandia. Senang berkenalan denganmu.”

Gadis tinggi yang memperkenalkan diri dengan nama Fiona itu memiliki wajah yang memiliki aura yang menyegarkan hati orang yang menatapnya.

Selain itu, ia juga memiliki mata indah berwarna biru yang seperti kristal.

Kemudian dia memiliki rambut pirang panjang yang ditata rapi selayaknya seorang model, bahkan mungkin orang yang pertama kali melihat sosoknya mungkin akan mengira bahwa ia memang seorang model.

“Eee… Namaku Rosetta Rosevalia. Aku berasal dari Belgia. Senang berkenalan denganmu.

Kemudian gadis yang duduk di sebelah kanan mejaku juga ikut memperkenalkan dirinya.

Gadis yang berrnama Rosetta itu memiliki tinggi sekitar 160-165cm dengan aura feminin menyelimuti dirinya.

Dengan rambut panjang berwarna agak kemerahan, paras feminin, serta sepasang mata indah yang berwarna kehijauan, Rosetta akan mempesona setiap orang yang melihatnya.

“Ya, senang berkenalan dengan kalian juga. Aku Aruta Kurosui, kalian boleh memanggilku Aruta.”

Aku pun juga memperkenalkan diriku pada Fiona dan Rosetta.

“Baiklah, Aruta-kun.”

“Baiklah, Aruta-san.”

“Baiklah, kalau begitu, kita makan sebelum jam makan siang berakhir.

Kami bertiga mulai menyantap makan siang kami sambil berbincang kecil.

“Ngomong-ngomong, Aruta-kun dari Timur Jauh, kan? Apa yang membuatmu masuk ke akademi ini? Bukankah setiap negara memiliki akademi sendiri?”

“Ugh.”

Fiona bertanya padaku tentang alasannya berada di akademi magis dunia.

Mendengar pertanyaan itu, aku merasa tersedak saat meminum teh instan yang kuteguk.

Aku merasakan perasaan yang campur aduk antara menceritakan alasannya atau menghindarinya.

“Soal itu…., ee… bagaimana menceritakannya? Yang pasti itu rumit dan panjang ceritanya. Ahahaha….”

Aku menjawab dengan memalingkan muka dan tersenyum masam.

“Hmm…., mencurigakan. Kamu takkan mengatakannya?”

“A-Aku rasa tidak perlu. Ahahaha….”

“Baiklah, aku takkan memaksamu.”

“Y-Ya. Maaf.”

Aku merasa lega karena akhirnya aku terhindar dari pertanyaan Fiona yang hanya akan membuatku teringat akan kekacauan yang kusebabkan.

“Kamu tahu ini akademi magis kan? Itu berarti kamu memiliki kemampuan magis. Skill magis apa yang kamu miliki?”

Kali ini Rosetta yang bertanya padaku dan ia menanyakan tentang kemampuan magis yang dimiliki olehku.

“Itu…, aku takkan menjawabnya, karena pada akhirnya kalian akan tahu.”

“Begitu ya. Baiklah aku akan menunggunya.”

“Ya.”


  • [1] Sasuga: Memang/Seperti yang diharap/perkirakan dari / As expected of.
  • [2] Arigatou: Terima kasih.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s