Re:X Alta – Chapter 3

“Aruta-kun! Waktunya makan!”

Minami-nee memanggilku yang sedang ganti baju di kamar setelah selesai membersihkan diri.

“Baik. Sebentar lagi.”

Setelah selesai merapikan diri, aku menuju ke dapur yang juga sebagai ruang makan.

Di meja telah terhidangkan makanan hangat yang dimasak sendiri oleh tangan Minami-nee.

Setelah mencuci tangan, aku pun duduk di salah satu kursi dan bersiap untuk menyantap hidangan makan malam yang terdiri dari nasi, sup, telur dadar dan menu-menu lainnya yang tidak terlalu mewah namun tetap terlihat menggoda selera.

Melihat hidangan yang menggoda itu, aku sekan terpana.

“Waah…, Minami-nee selalu saja pintar menghidangkan masakan.”

“Ufufu…, benarkah? Padahal menurutku itu biasa saja.”

“Tidak, tidak, tidak. Meskipun menu masakannya biasa saja, tapi Minami-nee seakan dapat membuat menu yang biasa itu terasa luar biasa.”

“Ufufu…, kalau kamu bilang begitu, mungkin memang benar.”

“Tentu saja benar. Sebelumnya aku tak pernah melihat hidangan seindah masakan Minami-nee.”

Mendengar diriku yang memuji-muji masakannya, pipi Minami agak memerah karena tersipu malu.

“Ufufu…, terima kasih Aruta-kun. Sekarang makanlah.”

“Baik. Itadakimasu[1].

“Itadakimasu.”

***

Setelah selesai makan malam dan membersihkan piring serta peralatan makan yang baru saja digunakan, aku duduk di sofa di depan televisi yang menayangkan berita bersama dengan Minami-nee.

Di saat kami telah terserap dengan tayangan yang ada di TV, aku tiba-tiba teringat akan sesuatu dan kemudian memanggil Minami-nee.

“Minami-nee.”

“Hm?”

“Boleh aku bertanya tentang sesuatu?”

“Hm? Bertanya? Tentang apa?”

“Em, mengenai asosiasi magis yang ada di dunia ini.”

“Hm? Asosiasi magis? Memangnya ada apa?”

“Apa benar di dunia ini hanya ada 27 asosiasi magis? Padahal jumlah negara di dunia kan jauh lebih banyak dari itu.”

“Oh, soal itu. Memang benar jumlah negara di dunia ini lebih dari 27, akan tetapi asosiasi magis tidak selalu terdiri dari satu negara. Dengan kata lain, jika ada beberapa negara dengan wilayah yang berdekatan, tidak jarang dibentuk satu asosiasi magis yang terdiri dari beberapa negara dengan masing negara dalam asosiasi tersebut menjadi distrik atau cabang dari asosiasi utama.”

Mendengar penjelasan Minami-nee, aku mengangguk tanda mengerti.

“Hmm…, jadi begitu ya. Aku mengerti. Lalu dari 27 itu asosiasi magis mana saja yang ada?”

Ditanya seperti itu, Minami-nee mulai menyebutkan 27 asosiasi magis yang ada di dunia.

“Dari 27 asosiasi magis yang ada, asosiasi magis tempat kita berasal yaitu JIMA atau Japan Islands Magical Asociation.

“Hehh…. JIMA, ya?

“Dari 27 itu, jumlah asosiasi magis masih dapat terus bertambah. Hal itu dikarenakan setiap negara yang tergabung dengan suatu asosiasi berhak memisahkan diri dan kemudian membentuk asosiasi magis sendiri asalkan mendapat persetujuan dari Pusat Asosiasi Magis Dunia atau WMAC (World Magic Asociation Center).”

Selama Minami-nee menyebutkan ke 27 asosiasi magis yang ada di dunia saat ini, aku mendengarkan dengan seksama.

“Apa kamu mengerti sekarang?”

“Hmm…, aku rasa cukup mengerti.”

“Kalau begitu baiklah akan kujelaskan lebih lanjut.”

“Hmm? Masih ada lagi?”

“Tentu saja, Aruta-kun. Ini penting, jadi dengarkan dengan baik.”

“Penting? Baiklah.”

Aku mulai kembali fokus untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut oleh Minami-nee.

“Di dunia ini, para magi memiliki kualifikasi atau tingkatan kemampuan magis mereka. Kamu tahu apa saja tingkatannya?”

“Hmm…., kalau tidak salah yaitu tingkat A, B, C, D, dan E, kan?”

“Benar, Aruta-kun. Dan tingkat yang tertinggi adalah A. Akan tetapi, sebenarnya ada tingkat yang lebih tinggi dari A yaitu X.”

“X?”

Aruta bertanya-bertanya pada penjelasan Minami.

“Ya. Tingkatan X adalah tingkatan dimana seorang magi telah mencapai dan memiliki kemampuan yang melebihi luar biasa. Dan di seluruh dunia, magi yang memiliki tingkatan X jumlahnya tak lebih dari 50.”

“Di seluruh dunia? Tak lebih dari 50?”

Mendengar penjelasan Minami-nee, aku terkejut setelah mengetahui fakta yang baru kuketahui.

“Setiap magi yang memiliki kualifikasi X memiliki semacam gelar yang menjadi nama mereka. Gelar ini diambil dari nama-nama unsur yang ada di dunia. Dan dari gelar-gelar itu, mereka yang memiliki gelar dengan nama unsur logam dianggap sebagai magi kualifikasi X yang terbaik dan terkuat.”

“Hmm…, unsur logam, ya?”

Minami-nee kemudian melanjutkan penjelasannya.

“Aruta-kun, di akademi ada beberapa orang yang memiliki kualifikasi X. Tepatnya ada 3, mereka adalah Kepala Akademi Gregorio Stanislav Argent.”

“Kepala Akademi, ya? Aku memang merasa dia bukan orang sembarangan, meskipun dia….”

Kalimatku disela oleh Minami-nee yang memperingatkan dengan nada yang halus namun tegas.

“Aruta-kun, jangan membicarakan keburukan orang lain di belakang. Itu tidak baik Aruta-kun.”

“Maaf…. Minami-nee.”

Aku menundukkan kepala mengakui kesalahan yang telah kulakukan.

“Jangan ulangi lagi, Aruta-kun. Lagipula, Kepala Akademi memiliki gelar Argent yang mana berarti dia adalah satu tingkat dibawah magi terkuat di dunia saat ini yaitu Ketua Asosiasi Magis Dunia Artorius Aurus Pendragon yang memiliki gelar Aurus.”

“Aurus? Argent?”

“Haah…, kamu tidak mengerti ya? Aurus adalah logam Emas dan Argent adalah logam Perak, Aruta-kun.”

“Apaaa? Jadi Pak Tu… ee, maaf, jadi Kepala Akademi adalah orang terkuat kedua di dunia saat ini? Aku akan lebih hati-hati.”

 “Ufufu…, bagus Aruta-kun.”

Minami hanya tertawa kecil melihat tingkahku yang baru mengetahui bahwa orang terkuat kedua di dunia saat ini adalah orang yang memimpin akademi saat ini.

“Baiklah, akan kulanjutkan.”

“Silahkan, Minami-nee.”

Minami-nee pun menkanjutkan penjelasannya.

“Kemudian adalah Leyna Amarandt Chromius.”

“Leyna-sensei?”

“Oh, kamu sudah pernah bertemu dia?”

“Ee… ya, begitulah. Ahahahaha….”

Aku menjawab dengan tersenyum masam setelah teringat kejadian di kelas akademi hari ini.

“Dia adalah juga seseorang dengan gelar logam, yaitu Chromius atau logam Krom. Jadi dia bisa dibilang salah satu yang terbaik di dunia saat ini.”

“Heehh…, pantas saja aku merasa kalau Leyna-sensei kuat sekali. Lagipula Leyna-sensei juga orangnya tegas.”

“Kamu mengerti, Aruta-kun? Jangan macam-macam dengan orang itu atau kamu akan merasakan akibatnya.”

“Y-ya…ya aku sangat mengerti, Minami-nee. Ahahahaha.”

Aku hanya tertawa kering mendengar peringatan “kakak”ku.

“Kemudian ada Peter Einswald Chlor. Walaupun dia bukan pemilik gelar logam, tetapi dia termasuk magi tingkat X karena memiliki gelar gas yaitu Chlor/Chlorium.

“Hmm…, aku belum pernah bertemu orang ini.”

“Aku rasa kamu akan pada akhirnya bertemu dengannya. Dia adalah salah satu staff di akademi juga, tepatnya Kepala Laboratorium, jadi jika kamu ada kelas yang menggunakan laboratorium kamu akan bertemu dia.”

Setelah berbincang-bincang dengan Minami-nee cukup lama hingga waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam menandakan hampir mendekati waktu tengah malam, kami kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.

(Hmm…, ternyata orang-orang di akademi ini cukup mengejutkan juga. Pasti akan merepotkan kalau sampai aku berurusan dengan mereka.)

“Lebih baik aku segera tidur. Akan repot kalau aku harus berurusan dengan Leyna-sensei hanya karena aku terlambat ke kelas.”


  • [1] Itadakimasu: Selamat makan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s