Magika: Volume 01 – Chapter 4


Chapter 4 – Simulasi Cinta


Part 1

“Benar, kita buat kari malam ini. Aku tiba-tiba ingin makan kari yang ada banyak keju manisnya. Yang dibuat sebelumnya di Institusi Nanohana. Sudah diputuskan!”

“Kari, ya…Aku sudah sering membuatnya sebelumnya. Akan tetapi, itu tidak akan begitu baik dengan bento besok.”

“Bukankah tidak apa-apa kalau kau membuat bento kari? Pakai saja Sihir untuk memanaskannya. Ini perintah tuan! Kentang~, Wortel~, Bawang~♪”

Mio mengumamkan nyanyian pendek selagi dia menempatkan sayuran ke keranjang belanja.

Saat Kazuki pergi untuk membeli bahan-bahan untuk makan malam, Mio ikut dengan bersenang hati.

Setelah istirahat makan siang, sikap berdebatnya muncul kembali dan dia juga sedang good mood.

Di dalam kampus besar Akademi Kesatria, ada toko yang menjual bahan-bahan untuk para siswa yang ingin membuat makanan mereka sendiri.

“Lumut[1] ♪. Kalau daging, Kalau begitu jelas ayam, kan!?” Dia memegang sebuah kotak dan tertawa.

“Saya akan memenuhi perintahmu, tuan.”

Setelah membawa barang-barang pilihan ke kasir, Kazuki menggunakan <Anggaran Pangan> Presiden Dewan Siswa untuk membayar tagihannya.

“Aku akan berikan ini padamu, ini kau, yang seorang budak, seharusnya bertanggungjawab!”

Mio dengan cekatan menempatkan barng-barang ke kantung plastik, kemudian mendorongkannya ke tangan Kazuki.

“Apa~, apa kau punya pendapat?”

“Aku tidak bilang bahwa itu buruk. Dan dari awal, aku tidak berencana membiarkan seorang gadis membawa barang-barang.”

“Apa itu berat? Karena banyak sayuran dimasukkan, jadi itu pasti berat, kan~?”

“Level berat seperti ini bukan apa-apa, Aku selalu berlatih, jadi itu bukan masalah.”

“Kau terlalu memaksakan dirimu sendiri! Mau bagaimana lagi~! Sebagai tuanmu, Aku tetap harus membantumu.”

Mio menggenggam satu pegangan dari kantung plastik di tangan kiri Kazuki, jadi itu menjadi situasi dimana dua orang mengangkat satu kantung…Seperti mereka berjalan sambil berpegangan tangan.

Menyampaikan fakta bahwa dia tidak bernar-benar memperlakukan Kazuki sebagai seorang budak padanya.

Akan tetapi, bagi dirinya, yang masih menunjukkan posisi keras kepala dari <Tidak memaafkan Kazuki>, mempertahankan hubungan tuan dan budak adalah cara paling natural untuk akrab.

Melalui grafik——level positifitas Mio menunjukkan 67.

Dalam perjalanan kembali ke Rumah Penyihir, mereka tidak sengaja bertemu dengan teman sekelas mereka.

“Amasaki-san dan dia…Sudah kuduga, hubungan mereka sangatlah baik. Seperti pasangan atau mungkin pasangan menikah.”

“T, Tunggu sebentar! Itu semua salahmu karena kau memperlihatkan ekspresi nyaman saat kau bersama denganku, yang membuatku disalahpahami! Kau seharusnya paing tidak menggoyangkan ekormu kepada tuanmu!”

Mio buru-buru berdebat dengan Kazuki.

“Tunggu, dari awal, bukankah kau yang menunjukkan ekspresi gembira?”

“Kapan aku lakukan!? Ini ekspresi sangat normal! Aku selalu setenang dan secantik ini!”

“Kau menyanyikan lagu sebelumnya. Kalau itu bukan bergembira, lalu harus kusebut apa?”

“Itu berbeda! Itu…hanya lagu sayuran biasa! Karena aku suka sayuran jadi itulah kenapa aku menyanyi, hanya seperti itu! Bergembira karena aku bersamamu, bagaimana mungkin!”

Mio dengan paksa menyaut kantung plastiknya dari tangan Kazuki dan memeluk sayuran didalamnya dengan erat.

“Aku cinta sayuran! Saat akku dewasa, aku akan menikahi bawang diatas seekor kuda putih!!”

Orang ini baru saja mengatakan sesuatu yang luar biasa.

“Saat kita kembali, kita akan harus dengan perlahan memasak sayurannya menggunakan panci.”

“Kenapa kau harus melakukan hal sekejam itu!? Sialan!”

“Ahaha…Bagaimana aku seharusnya mengungkapkannya, aku mendoakan kalian berdua kebahagiaan.”

Teman sekelas itu memberikan senyum pahit dan pergi.

 “Ini semua salahmu, menyebabkan mereka salahpaham dan pergi! Dasar bodoh!!”

Akan tetapi, Mio tidak benar-benar marah. Dan tengkorak hitam tidak melayang keluar juga.

“Dengarkan aku, Hikaru. Mereka berdua terlihat seperti pasangan baru menikah. Otouto-kun memotong sayuran dan Mio-chan akan menempatkan potongan sayuran ke panci…Pertama kalinya mereka bekerjasama adalah disini!”

“Ah, saat mereka bekerjasama dan tangan mereka menyentuh satu sama lain, mereka berdua akan terkejut…Enaknya, aku juga ingin adegan manis seperti itu.”

“Mereka berdua sangat bahagia.”

Saat Kazuki dan Mio membuat makanan di dapur, tiga tatapan diam-diam melihat mereka.

“…Hey, kau, pikirkan sebuah rencana. Kesalahpahamannya mendalam.”

“Bagaimana bisa aku memikirkan rencana, mereka senpai kita.”

Kazuki segera melihat kebelakang. Yang diam-diam melihat adalah dua senpai dan Koyuki.

…Jika itu Kazuki, dia sebenarnya akan ingin membuat Koyuki bergabung.

“Amasaki, cobalah rasa ini.”

“Um…Hebat! Seperti yang diharapkan dari hal yang aku buat! Kari ini akan dianggap kari Golden Mio-sama! Kalau keju ditempatkan sebagai topping…Maka ini yang terbaik!”

“Jangan seenaknya memilih sebuah nama, tuan.”

Tapi karena Mio menginginkan rasa manis, jadi pada akhirnya, itu menjadi kari yang memiliki jumlah besar dari miso manis, bawang, pisang, apel, dan madu. Walaupun orang ini benar-benar menyukainya…

“Bagi yang lain, ini mungkin sedikit terlalu manis. Oi——Eh, Hiakari-san!”

“…Ada apa, Kazuki.” Koyuki yang masih memakai kemeja menstimulasi seperti sebelumnya, berjalan mendekat.

“Cobalah mencicipi kari ini juga,”

“Kalau semuanya berpikir rasanya tidak apa-apa, kalau begitu tidak perlu untuk secara khusus mengatur rasanya untukku.”

“Tolong jangan mengatakan omong kosong semacam ini. Aku juga berharap bahwa kau adalah salah satu yang bahagia juga.”

Kazuki dengan paksa menggerakkan sendok lebih dekat. Walaupun dia berekspresi bingung, tapi dia tetap memakannya.

“…Itu sedikit terlalu manis. Tapi, umumnya, itu masih sangat lezat.”

“Hiakari-san suka makan pedas, kan? Kalau begitu, jika kita menambahkan sedikit cabai merah, akankah rasanya cukup?”

“Hey kalian, tidakkah selera kalian terlalu aneh!? Kalian benar-benar menemukan kesalahan dengan Mio-chan professionalcreamytopchilisaucecurry-sama ini!”

“Hey, namanya benar-benar berbeda…Kalau begitu aku akan pindahkan porsi milikku dan Amasaki ke panci kecil dan membuatnya sedikit lebih pedas untuk yang lain.”

“Ah, kamu juga suka makan manis-manisan.”

Hati merah lain melayang keluar.

Level positifitas orang ini saat ini naik secara eksponansial, Sepertinya itu karena makanan.

“Ah, ngomong-ngomong, ada sesuatu yang aku ingin diskusikan dengan Mio-chan dan Koyuki-chan.”

Kaguya-senpai mengeluarkan suara seakan dia baru saja ingat sesuatu dan berjalan ke dapur.

“Itu mengenai Kompetisi Inter-Divisi di Sabtu minggu depan. Seorang tahun-pertama juga harus berpartisipasi. Karena kalian berdua sudah sukses membuat kontrak, Mio-chan dan Koyuki-chan, siapa yang seharusnya kita kirimkan? Karena Mio-chan sudah bertarung sebelumnya, kalau begitu apa tidak apa-apa kalau itu debut Koyuki-chan kali ini?”

Yang disebut Kompetisi Inter-Divisi adalah event yang senpai baru-baru ini persiapkan.

Sepertinya…itu adalah eksibisi skala-besar diselenggarakan oleh Dewan Siswa Divisi Pedang dan Sihir dengan warga sipil biasa dan siswa baru menonton.

“Aku akan mematuhi pengaturan senpai…”

Walaupun dia berkata bahwa dia akan patuh, tapi Mio mengerut. Sebenarnya dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menebus kegagalan dirinya sebelumnya.

——Di saat bersamaan, raungan keras datang dari luar.

“Nii-sama Nii-sama ——! Kenapa Nii-sama! Nii-sama di tempat seperti ini ——!!”

Kemudian, *PATA*! Pintu dibuka.

Semua orang segera ke pintu masuk dan hanya bisa melihat Kanae yang terengah-engah berdiri disana.

“Nii-sama! Kenapa kamu tinggal di tempat seperti ini!? Saat aku bertanya para guru sebelumnya, mereka mengatakan bahwa mereka telah mengatur sebuah kediaman diluar kampus, jadi aku tenang!”

“Agresif sekali, membuatku berpikir apa yang terjadi. Jadi soal itu. Karena berbagai hal, aku tidak bisa menggunakan kediaman di luar. Jadi, senpai menampung diriku yang tuna wisma.”

“Bagaimana itu tidak apa-apa! Nii-sama, yang sudah seumuran itu, benar-benar tinggal dengan wanita selain aku…Soal itu, terlalu senonoh…Sudah kuduga, Nii-sama harus segera pindah ke Divisi Pedang!

“Tunggu sebentar, Kanae-chan! Di saat sekarang, siapa yang akan setuju dengan pindah ke Divisi Pedang! Aku juga berpartisipasi dalam masalah ini, ini adalah hasil dari Rapat Staf Divisi Sihir!”

“Itu tidak benar. Pemikiran Anggota Staf Divisi Sihir berubah lagi…Karena duel sebelumnya.”

Kanae tampak membanggakan kemenangannya dan mengungkapkan senyuman. Senyuman itu seperti memberikan perasaan tidak enak bagi orang lainnya.

“Apa maksudnya pemikiran mereka berubah?”

“Faktanya, jumlah guru yang mengakui kemampuan Nii-sama sebagai seorang pemain pedang meningkat, sepertinya pendapat dari pemindahan ke Divisi Pedang adalah mayoritas sekarang. Aku sebagai Presiden Dewan Siswa Divisi Pedang, telah mulai mengumpulkan tandatangan…Dan sudah memperoleh tandatangan dari lebih dari setengah ruang staf, termasuk Direktur. Selama dia mau, dia selalu bisa ganti profesi!”

“Tandatangan!? Itu sudah dilakukan!?”

Tensi di Rumah Penyihir tiba-tiba naik. Tindakan Kanae tidak hanya aktik bro-con nya, tapi itu adalah tindakan yang juga ditemani perannya sebagai Presiden Dewan Siswa Divisi Pedang.

Kanae dengan ganas menggenggam tangan Kazuki.

“Ayo, Nii-sama, kita menuju ke Divisi Pedang, kita berangkat bersama ke sarang cinta kita!”

Akan tetapi, Kazuki dengan dingin mengebaskan tangan Kanae.

“Kanae, aku akan tetap di Divisi Sihir. Aku tidak ingi mengakhiri ini sebagai identitas dari yang terburuk dan tempat ini sudah menjadi tempat berharga bagiku…Seperti Keluarga Hayashizaki.”

“A…Apa yang kamu katakan? Nii-sama benar-benar menolakku…”

“Jangat pikir bahwa kau bisa terus semau sendiri. Kita sama-sama siswa SMA sekarang.”

“Nii-sama tidak akan mendengarkan kata-kata Onee-chan mu!?”[2]

“Jangan hanya menjadi Onee-chan saat itu mudah bagimu!”

Kanae benar-benar menjadi keras kepala. Kazuki menggunakan sikap tegas dan menghadap Kanae.

“Nii-sama? Onee-chan?…Hubungan mereka tidak mungkin untuk dimengerti.”

“…Sudah kuduga, itu pasti permainan mesum…”

Hoshikaze-senpai dan Koyuki kebingungan. Lain kali, dia harus dengan jelas menjelaskan pada mereka…

“Akan tetapi, tidak peduli apa yang Nii-sama katakan, ini sudah memperoleh persetujuan dari ruang staf!”

“Kau…bahkan tidak meminta pendapatku, kenapa kau seenaknya melakukan hal semacam itu!”

“Ini tindakan yang aku lakukan sebagai Presiden Dewan Siswa, jadi itu tidak ada hubungannya dengan Nii-sama!”

“Tunggu sebentar. Kau, meskipun aku tidak tahu entah kau Onee-chan atau Imouto, tapi dari sangat awal, sungguh hal yang seenaknya sendiri yang kau katakan pada Kazu-nii ku…Bukan, budakku!? Orang ini adalah punyaku!”

Mio dan Kanae menghadap satu sama lain. Kanae mengarahkan tatapannya kepada Mio, mengubah ekspresinya dan menatapnya.

Dulu adik dari keluarga angkatnya yang juga sekarang onee-chan dari keluarga angkatnya dan dulu adik yang juga sekarang majikan, berlawanan satu sama lain.

“…Apa, apa kau punya masalah, tahun pertama. Kalau kita harus mengacu pada meritokrasi favorit Divisi Sihir kalian untuk menyelesaikan ini, mak itu juga tidak apa-apa. Aku akan membuatmu mengalami hasil memalukan yang bahkan lebih kuat daripada yang dengan duel Nii-sama…!”

Kanae menempatkan tangannya ke gagang pedangnya dan melepaskan atmosfir brutal lewat Penguatan Fisik nya.

Mio merasa takut dan mundur, tapi demi melindunginya, Kaguya-senpai memasukkan dirinya diantara mereka berdua.

“Tapi, karena level Otouto-kun dalam teknik pedang sudah hebat, tidak ada gunanya untuk dia pergi ke Divisi Pedang. Kalau dia tetap di Divisi Sihir, hal-hal yang dia akan bisa peroleh jauh lebih banyak.”

“Meskipun Nii-sama, dirinya sendiri tidak akan mempelajari apapun, tapi pengaruh yang dia berikan pada orang lain tak terpadai. Eksistensi Nii-sama akan memberi keberanian kepada para siswa, yang merasa inferior pada Divisi Sihir! Nii-sama itu layaknya mataharii!”

“…Itu sama bagi Divisi Sihir! Kalau Divisi Sihir memiliki seseorang seperti Otouto-kun, maka mereka akan lebih jauh mengakui teknik pedang dan Divisi Pedang! Aku berencana melatih anak ini untuk menjadi Pemain Pedang Sihir yang akan menghubungkan Divisi Sihir dan Divisi Pedang!”

Presiden Dewan Siswa Divisi Sihir dan Divisi Pedang melakukan pertarungan sengit disekitar Kazuki.

“Cara berpikirmu mungkin ada benarnya. Tapi premis itu hanya bisa dimapankan kalau Nii-sama bisa menggunakan Sihir Pemanggilan. Tapi Nii-sama tidak bisa menggunakan Sihir Pemanggilan.”

Kzuki merasakan sedikit hawa dingin di hatinya. Dia tidak menyebutkan kemampuan Leme pada siapapun. Semua orang masih berpikir bahwa dia tak berdaya…Tapi di istirahat makan siang sebelumnya, dia telah memperoleh sebuah <Kunci> dari Mio.

Walaupun dia belum mengetesnya…Bisa tidaknya dia menggunakan Sihir Pemanggilan.

“Pada akhirnya, tempat ini bukanlah dimana Nii-sama, yang tidak bisa menggunakan Sihir Pemanggilan seharusnya tinggal.”

“Rumah Penyihir adalah tempat yang sangat baik untuk tinggal bagi Otouto-kun. Hal semacam ini tidak seharusnya ditolak oleh pihak luar sepertimu!”

“Kau benar-benar berkata bahwa aku, sebagai Onee-chan dan Imouto nya Nii-sama, adalah pihak luar!?…Hmm, karena kita berkata hingga titik ini, kalau begitu buktikan Sihir Nii-sama padaku.”

Kanae tampak bicara seakan dia sudah mempersiapkan itu sebelumnya.

“…Bukti? Bagaimana kami harus membuktikannya?”

“3 Ronde dari Kompetisi Divisi digelar minggu depan, tolong biarkan Nii-sama berpartisipasi. Biarkan Nii-sama berduel dengan pembunuh yang aku, Presiden Dewan Siswa, telah siapkan dan membuktikan bakat Sihirnya!”

Pembunuh…!? Di saat bersamaan, suara aneh datang dari luar.

“Kanae~, tolong tunggu~.”

Kemudian, *patapata* suara langkah kaki berhenti di pintu masuk.

“Uwah…Memasuki Rumah Penyihir sepertinya menyeramkan…Aku ingin kabur. Tapi kalau aku kabur, aku akan membuat Kanae marah.”

“Fufufu, dia benar-benar datang di saat yang tepat. Orang ini adalah Wakil Presiden Dewan Siswa, yang akan menjadi lawan Nii-sama di kompetisi. Dia adalah sahabatku, orang dekat kepercayaanku, dan murid nomor satu, Kamiizumi Iori!”

“Sudah kuduga, ini seram~. Aku kembali. Aku lari.”

“Tunggu sebentar! I-chan, kau bahkan tidak masuk, bukankah itu terlalu!?”

“UWAHH!? Aku sudah masuk! Aku masuk sejauh itu!”

Membuka pintu secara malu-malu, seorang gadis, dengan rambut boneka, mengintipkan wajahnya di dalam.

Dia segera melihat situasi di sekitar pintu masuk dan seluruh tubuhnya mulai gemetaran.

“Seketika aku masuk, tatapan semua orang tampak sangat menusuk!?”

“…Lupakan. Meskipun kepribadian orang ini seperti seekor rusa baru lahir, tapi skilnya dalam pedng adalah nyata. Kalau Nii-sama tidak menggunakan pedang dan hanya menggunakan Sihir Pemanggilan untuk mengalahkan orang ini, maka aku akan mengakui fakta tentang bakat Sihir Nii-sama.”

“Karena aku mengalahkan Sihir Pemanggilan sebelumnya menggunakan pedang, kali ini, aku harus mengalahkan pedang dengan Sihir Pemanggilan!?”

“Ehhhhhhhh!? Apa-apaan ini! Kanae, aku tidak dengar hal semacam itu!?”

“Kalau kau mendengarnya, maka kau tidak akan datang kesini.”

“Ya, Aku jelas tidak akan! Soal ini, aku yakinasoal itu!! Kenapa aku datang!!”

“…Karena kau berkata murid. Kanae, apa kau mengajari Iori-senpai ini Hayashizaki-Ryuu?”

“Dalam periode satu tahun, aku sudah mengajarinya <Reading Intent, Seeing Magic, dan Instant god> Hayashizaki-Ryuu.”

Dengan kata lain, dia bisa mendeteksi inten, melihat aliran Tenaga Sihir, dan bergerak secepat angin.

Kazuki diam-diam melirik pada kaki Iori-senpai yang memanjang dari roknya. Kedua kakinya sama dengan Kanae, setangguh antelop, Hanya lewat itu, dia mengerti.

Jika itu adalah duel satu lawan satu terang-terangan, satu Sihir serangan seperti Barrett akan pada dasarnya tidak pernah kena.

“Sepihak sekali…”

“Jangan berkata itu sepihak, pihak ini sudah memperoleh lebih dari setengah dukungan dari ruang staf. Ini sudah memberikan sebuah kompromi. Kenapa Nii-sama, yang tidak bisa menggunakan Sihir Pemanggilan, tinggal di tempat seperti ini?”

Bisakah aku benar-benar menggunakan Sihir Pemanggilan? Apa aku benar-benar menempa koneksi dengan Amasaki…?

Seketika kegelisahan terkilas di otak Kazuki. Tapi meski begitu, sikapnya sendiri tegas.

Aku…ingin tetap disini! Kazuki dipenuhi dengan emosi kuat dan menatap Iori-senpai.

“A,Aku bukan seorang pemain pedang sehebat itu~. K, Komentar datang dari dunia memang mengerikan~”

“Ayo kembali, I-chan. Kalau kita tidak segera kembali, Torazou akan mulai membuat pernyataan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.”

“Ayo kembali, ayo kembali! Ehehe, kalau begitu kami pergi dulu~”

“Otonashi Kaguya. Kompetisi Inter-Divisi tahun ini, aku akan menggunakan kemenangan dari orang ini dan diriku untuk memperoleh kemenangan final…”

Kanae tanpa takut tertawa dan pergi bersama dengan Iori-senpai. Kaguya senpai tercengang.

“…Kita benar-benar terjebak. Kita diseret ke pertarungan yang mana kita tidk boleh kalah, bahkan Kompetisi Inter-Divisi telah menjadi menguntungkan bagi Divisi Pedang. Meskipun Kanae-chan tampak sangat simpel, tapi dia benar-benar memiliki sisi seperti ini, itu sungguh tidak mungkin untuk diukur.”

“…Benar, ada sesuatu yang aku ingin beritahukan pada semuanya.”

Hoshikaze-senpai berkata dengan nada serius. Ekspresinya sangat serius.”

“…Dari dapur…bau gosong keluar…”

——Kali ini, Kazuki ingat bahwa dia menempatkan panci di atas api untuk memanaskannya dan buru-buru ke dapur.

Karena hanya panci kecil dengan kari manis yang dipanaskan di atas api, satu-satunya korban adalah Mio, yang menangis.

Part 2

“…Barrett!!”

Setelah Rapalan Mantra, Stigma di tangan kirinya mengeluarkan cahaya jingga. Di saat yang sama, ilusi sayap diselimuti api muncul di belakang Kazuki dan melepaskan peluru api.

Batu kecil yang ditempatkan sebagai target hancur. Mio cemberut.

“Benar-benar menggunakan Sihir yang sama denganku, sombong sekali…”

——Setelah mencobanya sebentar, dia berhasil menggunakan Sihir Pemanggilan Mio.

“Itu benar. Kemampuan Leme-chan adalah untuk <Menyalin/Mengkopi Kemampuan Diva Lainnya>!”

Kaguya-senpai tampak gembira seakan itu adalah tentang dirinya sendiri.

Kazuki mengakui yang sebenarnya pada semua orang bahwa Leme itu tidak tak berdaya.

Akan tetapi, detail mengenai <Jumlah Sihir yang dia bisa meningkat saat dia membentuk hubungan lebih baik dengan gadis> dirahasiakan dari mereka.

Ini adalah juga instruksi Liz Liza-sensei.

“Syaratnya benar-benar tidak masuk akal…Sungguh Diva yang tidak senonoh.”

Kazuki percaya bahwa dia tak bisa menyimpan rahasia itu lagi dan menuju ke Liz Liza-sensei untuk menjelaskan semuanya.

Jika dia bisa menggunakan banyak sekali Sihir Pemanggilan Diva di masa depan, akan menjadi tidak mungkin untuk menyamarkan sifat khusus Leme.

“Alasan aku bisa memperoleh Kunci Hati dari Amasaki…Meskipun aku mengatakan bahwa itu adalah level positifitas, tapi aku percaya itu tidak terbatas pada perasaan cinta. Persahabatan and Cinta Kekeluargaan juga termasuk. Karena aku kenalan lama dengan orang itu, jadi aku takkan bertarung untuk menjadi Raja Harem yang Leme sebutkan, tapi lebih memilih menjadi Raja Persahabatan!”

“Persahabatan antara laki-laki dan perempuan, ya…Aku berpikir bahwa meskipun persahabatan dan cinta adalah hal yang berbeda, tapi itu juga tidak sepenuhnya terpisah…Setelah hubungan menjadi lebih mesra, meskipun kau awalnya berencana untuk menjadi hanya teman, tapi itu akan tentu saja menjadi cinta. B, Bukankah tipe hubungan seperti itu adalah seperti itu?”

Setelah Liz Liza-sensei tersipu, dia terbatuk kering.

“T, Tapi perspektifku sendiri dalam cinta tidaklah penting. Hanya saja kita harus memikirkan rencana untuk menyembunyikan sifat khusus Leme jauh dari yang lain. Diantara para guru, ada banyak orang yang tidak mempercayai Leme karena mereka tidak mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Sekarang, adalah tetap yang terbaik untuk membuat mereka berpikir bahwa dia bukan Diva yang kuat. Benar…Kau katakan saja bahwa <Dia bisa menyalin/mengkopi Sihir Pemanggilan Level Rendah>.”

“…Tapi kenapa hanya Phenex, kenapa kamu tidak bisa menggunakan Asmodeus ku?”

“Soal itu, mungkin masalah dengan kecocokan.”

Kazuki segera menyembunyikan kebenarannya, tapi Kaguya-senpai tiba-tiba menjadi depresi.”

“…Apa kecocokanku dengan Outoto-kun jelek? Itu pukulan yang parah…”

“T, Tapi kalau aku berlatih, maka itu pasti akan mungkin untuk digunakan!”

Di sisi lain, Mio mengeluarkan protes pada Kazuki. Tapi dibandingkan pikiran yang dikatakan dari mulutnya, sebuah hati merah kecil melayang keluar dari dadanya. Nilai ditunjukkan pada grafik juga sedikit meningkat ke 70.

“Tapi kecepatan merapal Outoto-kun terlalu lambat. Waktu yang kamu habiskan mungkin dua kali lebih banyak dari Mio-chan. Kamu harus berusaha keras pada aspek ini!”

Empat langkah untuk Sihir Pemanggilan, jika dikatakan, masing-masing secara respektif menunjuk pada Sihir Telepatik kepada Diva. Karena itu adalah area yang dia tidak begitu baik, perbedaan dalam skil tiba-tiba diungkap.

Dan, Gaun Magis bukan hanya sebuah dekorasi biasa. Itu juga memiliki kekuatan untuk membantu koneksi diantara Diva.

Kazuki tidak memiliki Gaun Magis original, jadi itu bisa menjadi kondisi yang kurang menguntungkan juga.

“Lupakan…Karena kita menggunakan Sihir yang sama, maka aku akan menemanimu untuk latihan!”

Mio menggunakan telapak tangannya untuk menepuk pungggung Kazuki untuk menyemangatinya.

Tapi…jika itu hanya Barrett, tidaklah mungkin bagi dia untuk menang melawan musuh.

Jika kau lebih banyak berlatih, maka jumlah Sihir yang kau bisa gunakan meningkat. Argumen ini mungkin tidak benar.

——Aku saat ini berbohong pada semuanya. Dan menggunakan alasan berlatih denganku, aku harus meningkatkan level positifitas semuanya.

Setelah meluncurkan Barrett terus-terusan, karena stres dan penipisan Tenaga Sihir, Kazuki kelelahan dan hampir tumbang.

“…Tapi, kau tak boleh hanya istirahat saat periode istirahat. Cepat taklukan gadis itu, ajak dia keluar! Ayo Ayo!”

Di dalam pikiran Kazuki, yang beristirahat, Leme menggunakan metode telepati untuk mengirimkan suaranya. Hal yang Leme maksudkan adalah bahwa <Kali ini, dia harus menjadi serius!> dan dia bersuka cita.

“Besok adalah Minggu, pergi ajak dia kencan dan tingkatkan level positifitas dalam sekejap!” Hari ini adalah Sabtu, Kompetisi Inter-Divisi adalah Sabtu minggu depan. Jika dia benar-benar ingin membuat dirinya bisa menggunakan Sihir Pemanggilan yang levelnya lebih tinggi dalam minggu ini, maka memang, besok adalah kesempatan terbaik.

Sesuatu yang disebut kencan…Seharusnya tidak apa-apa jika dia bertindak berdasarkan perasaan pergi bermain bersama dengan teman.

Tapi jika dia akan mengajak Mio lagi untuk pergi bermain, bagaimana dia harus melakukannya?

Kazuki duduk di bangku. Ngomong-ngomong, Tenaga Spiritual nya benar-benar terhisap.

“…Oh, karena level positifitasmu sudah cukup tinggi, jadi pihak lainnya yang datang.”

Mengangkat kepalanya——Mio saat ini berdiri di depan Kazuki yang berbaring di atas bangku, kelelahan.

“Ini untukmu, kau pasti haus setelah merapalkan mantra untuk waktu lama? Minumlah jus jeruk ini.”

Dia menyerahkan satu botol plastik dingin.

Kazuki menatap dengan seksama pada wajah Mio. Wajahnya  memiliki fitur yang halus. Mulut yang terus bicara dengan liar, bahkan tanpa lipstick, tetaplah berwarna-mawar. Hal Itu sedikit gemetar——Sudah kuduga, dia memang manis.

Aneh, sebuah perasaan tidak biasa terbentuk.

“A, Apa. Mengatur kesehatan budak adalah juga tugas sang majikan. Berterimakasihlah pada majikan baik ini! Astaga, apa yang kau lihat! Hey!!”

Setelah ditatap oleh Kazuki seperti itu, Mio sedikit tercengang.

“…Daripada itu, Sihir Pemanggilan ternyata sulit untuk digunakan. Aku aslinya berpikir bahwa aku menyerahkannya pada Diva saja, pada akhirnya, aku harus berlatih terus-terusan untuk beberapa jam. Rasanya Tenaga Spiritual ku benar-benar terkonsumsi…”

“Kalau kau sepenuhnya menghabiskan Tenaga Sihir mu hari ini, hal itu akan masuk periode pemulihan besok. Jadi tolong berusaha keraslah sekarang.”

Setelah Tenaga Sihir digunakan hingga batas, itu harus menghabiskan beberapa waktu sebelum itu sepenuhnya pulih.

“Kalau begitu kita pergi bermain saat akhir pekan.”

“…Ngomong-ngomong, ini akhir pekan pertama sejak sekolah dimulai.”

Mio mengambil inisiatif untuk mengubah topik.

“Kita dulu selalu bermain bersama. Kazu-nii akan selalu menolak untuk melepaskanku dan mengajakku…Aku selalu berpikir sungguh kakak yang tanpa harapan.”

“Hey, tunggu sebentar. Tidak seperti itu. Itu kau, yang selalu mengikuti di belakangku dan berlarian dengan gegabah. Seperti saat aku ingin pergi keluar untuk bermain, kau akan mulai menangis dan berteiak “Tidak Tidak”. Kemudian kau akan selalu mendesakku untuk menggambar atau menyanyi, aku mengingatnya dengan jelas. Aku takkan memainkan permainan semacam itu denganmu.”

“T, Tidak begitu kejadiannya! Kazu-nii, kamu bodoh!! D, Daripada itu…Ngomong-ngomong, aku luang akhir pekan ini.”

Mio meminum jus jeruknya sendiri sambil melihat Kazuki.

“Kau sepertinya sangat luang juga. Leme memberitahuku. “Meskipun Leme tidak punya waktu, tapi kontraktornya sepertinya ingin main dengan Leme, merepotkan sekali. Kau sebaiknya gantikan saja Leme dan temani dia untuk main.”.”

Kazuki terkejut dan mengeluarkan suara “Haah!?.

Mengajak seorang anak kecil untuk main, bukankah itu menjadikannya tampak seperi seorang Lolicon parah!?

“Kau, karena kau bosan sampai-sampai kau akan bermain dengan anak kecil, kau seharusnya paling tidak beritahu aku.”

“Aku tidak bilang begitu! Meskipun itu aku, aku tetap punya sesuatu untuk dilakukan!”

“Dasar bodoh! Meskipun Leme mengaturnya untukmu, apa yang kau katakan!”

“HAAH!? Soal bagaimana kau tidak sibuk, dengan kata lain…kau benar-benar ingin bermain dengan gadis kecil itu!?”

“S, Siapa! Aku bukan seorang lolicon ataupun siscon!”

“Sekarang kita tidak mendiskusikan tentang topik saudari!”

Ngomong-ngomong…Kenapa orang itu begitu marah? Bicara secara logis, tidak ada alasan untuk dia marah.

“Orang itu mengatakan, dia ingin kau untuk mengajakknya keluar untuk main.”

…Begitukah? Mio menyeruput jus jeruknya dan dari waktu ke waktu mengamati ekspresi Kazuki. Melihat Kazuki terdiam, “Uuuu~!” dia mencemberutkan bibirnya.

Sepertinya dia harus mengambil inisiatif dan mengajaknya keluar. Tapi apa yang harus dia katakan?

“Masih memikirkan apa yang kau seharusnya lakukan…Ajak saja dia kencan! Tipe yang romantis!”

“Hey, hey, Amasaki Rakus. Besok adalah Minggu, maukah kita makan makanan bersama?”

“Siapa yang akan menggunakan metode ini sebagai ajakan, bodoh! Bagian romantisnya sangat-sangat tidak memadai!”

“Apa, kau benar-benar bilang bahwa aku rakus!? Kenapa aku harus diperlakukan rakus olehmu!?”

“Karena setiapkali itu soal makanan, kau akan menjadi sangat gembira.”

Walaupun dia berpikir bahwa jalan ini benar, tapi Mio berekspresi kusam dan mengeluarkan sebuah tengkorak hitam.

“Hmph, ngomong-ngomong, kenapa aku harus keluar untuk main dengan seseorang sepertimu!”

“…Bukankah kau baru saja bilang kau luang saat akhir pekan?

“Aku memang luang, tapi tak ada alasan bahwa aku harus pergi keluar denganmu untuk main!”

Mio tiba-tiba berbalik. Rasanya seperti dia telah mengatakan banyak kata-kata yang tidak dapat dipahami.

“…Akan tetapi, kalau kau punya alasan yang pantas…Maka bukan tidak mungkin untuk aku menemanimu.”

“Kazuki! Dia mengetesmu! Kalau ini di dalam Galge, kalau begitu itu adalah hasil dari pilihanmu!”

…Pada hal apa dia mengetesku? Aku tidak memainkan Galge sebelumnya.

“Kalau begitu, aku ingin memberikan terimakasihku padamu untuk membuatkan bento bagiku sebelumnya. Itu benar-benar lezat.”

“Apanya yang terima kasih. I berkata bahwa aku membuat bento itu karena aku kalah. Jangan terus menyebutkan soal masa lalu.”

“Dan…Ada sesuatu dari sebelumnya yang aku ingin meminta maaf.”

Sebelumnya, dia tidak dapat mengenali bahwa Mio adalah Mio.

“Kalau itu untuk meminta maaf soal waktu itu…Kalau hanya segitu, aku takkan memaafkanmu.”

Mio mencemberutkan bibirnya dan menoleh ke sisi.

“Soal waktu itu, aku sungguh menyesal! Jadi aku akan dengan sepenuh hati melayanimu sebagai budakmu besok! Hanya untuk besok, apapun juga, tuan…Bukan, tuan putri, aku akan mendengarkan-”

Tuan putri, kata ini tampaknya menyebabkan Mio gemetar.

Tapi Mio tetap mundur sedikit, seakan dia telah melihat niat Kazuki dan bertanya.

“Kenapa kau mencoba begitu kerasnya?…Apa kau sungguh ingin pergi kencan denganku?”

Sial, aku terlalu memaksakan dan itu menyebabkan dia menjadi curiga?

“Tidak, ini pasti tsundere. Karena dia merasa gelisah, jadi dia ingin kau untuk menyerang lebih secara proaktif.”

“Kenapa?…Kenapa kau harus berusaha segitunya? Apa kau benar-benar ingin pergi kencan denganku?”

Seakan dia merasa gelisah, Mio bertanya lagi. Kalau begitu memang… “Oke biar kucoba lagi”, “Berusahalah lebih keras”, “Pergi saja dan lakukan itu!”, ucapan ini sering terlihat di film.

Di depan Kazuki, grafik level positifitas yang hanya Kazuki bisa lihat muncul. Level positifitas meningkat dari 70 ke 75. Kalau begitu——Dia seharusnya bisa melakukannya, kan?

“Aku ingin menjadi bahkan lebih mesra dari seblumnya dengan Mio!”

Dia sudah tidak menggunakan alasan untuk alasannya. Kazuki hanya mengatakan kebenarannya.

“!? B, Baru saja k…kau memanggilku Mio!”

Sial, aku tak bisa apa-apa kecuali memanggil namanya secara langsung.

“B, Begitukah? Seperti sebelumnya…Jadi k,kamu akan mengajak…Hmph. Apakah seperti itu?”

Dia aslinya berpikir bahwa dia akan ditegur olehnya, tapi pada akhirnya, Mio hanya “Ehehe” dan melemaskan ekspresinya.

“Apa boleh buat…Kalau kau sangat ingin untuk memperlakukanku sebagai seorang tuan putri da menemaniku, kalau begitu aku akan keluar dan main bersama denganmu! Tapi, ini bukan kencan, jangan salah!!”

Melayang keluar adalah hati merah lagi.

Amasaki Mio ——78 Otonashi Kaguya ——59 Hiakari Koyuki ——41 Hoshikaze Hikaru ——34

“Angkanya perlahan-lahan meningkat. Kalau begitu besok adalah kencannya! Bagus sekali, Raja Kami!”

Setelah kembali ke kamarnya, Leme menghibur Kazuki. Tidak, dia sudah bilang bahwa itu bukan kencan…

“…Ngomong-ngomong, apa yang terjadi dengan penampilanmu. Dan, bukankah ukuranmu meningkat sedikit?”

Leme yang bermaterialisasi di depan Kazuki, mengenakan gaun gaya etnis yang tak pernah-terlihat-sebelumnya. Tapi pakaiannya cukup lusuh. Tingginya juga menjadi sekitar seumuran seorang siswa SD.

“Level positifitas yang diperoleh dari Mio membuat Leme tumbuh sedikit! Dipanggil sepenuhnya telanjang adalah juga karena kurangnya kekuatan. Dengan perkembangan, Leme akan juga mendapatkan kembali penampilan yang pantas. Dengan kata lain, ini adalah Lemegeton Level 2! Oke, kau akan perlu untuk mempersiapkan bagaimana untuk berurusan dengan acara besok, jadi hari ini, kita tidur!”

Leme dengan gembira menyeret Kauki ke tempat tidur.

Begitu ya, orang ini juga tumbuh sedikit.

…Eh? Meskipun dia jelas tumbuh, tapi dia masih perlu untuk memeluknya saat tidur?

Part 3

“Aku tidak suka dilihat oleh senpai saat kita berangkat.”

Karena Mio mengatakan ini, jadi mereka secara spesifik mencari tempat untuk bertemu.

Mereka berdua akan berangkat pada waktu yang berbeda dan bertemu di depan air mancur Alun-Alun. Kazuki tiba lebih dulu dan setelah merasa sedikit malu, Mio dengan gembira berderap menghampiri.

Setelah dia sampai, Mio menggunakan satu jari dan menunjuk Kazuki.

“Dengarkan baik-baik, Aku sudah katakan ini dari awal, ini bukan kencan!”

Seharusnya seperti itu. Lagipula, kita tidak dalam hubungan semacam itu. Kazuki mengungkapkan persetujuannya.

“Meskipun ini bukan kencan, kalau kau akan melayaniku untuk meminta maaf untuk masa lalu dan untuk terima kasih biasanya, maka aku akan menerimanya. Hanya untuk hari ini, kau akan harus memperlakukanku seperti tuan putri dan melayaniku dengan baik!…Aku tak sabar untuk itu!”

Mio mengenakan gaun dan cardigan kasual bergaya –musim semi, yang dengan lembut melambai. Akan tetapi, di kakinya, dia mengenakan boot yang agak berat. Keseimbangan manis dan pedas, itu sangatlah pantas bagi kepribadiannya. Dia juga mengenakan kalung yang berpendar di lehernya.

“…Yang berbentuk-bulu itu.”

Bersinar di depan dadanya, itu adalah aksesori Indian yang berbentuk seperti bulu.

“Matamu tidak buruk. Ini sangat mirip dengan Phenex!…Penampilanmu terlalu datar! Teerlaaaluuu datar!…Tapi perawakan tubuhmu kokoh, mungkin memang lebih baik bagi dirimu untuk berpakaian lebih sederhana. Ya…Totalnya, aku tetap harus memujimu.”

“Untuk pakaian laki-laki, selama itu mudah untuk bergerak, maka itu tidak masalah.”

“Kalau kau menggunakan kalimat iklan majalah untuk perumpamaan “…Hanya tubuh seorang pejuang yang boleh diijinkan untuk mengenakan pakaian sesederhana spaghetti instan”. Rasanya seperti itu.”

Matanya berbinar. Kazuki tidak tahu bagaimana untuk merespon.

“…Kau, jangan hanya seenaknya menggunakan makanan untuk membuat perumpamaan aneh.”

“Oke, ayo pergi! Kualitas toko yang kau akan mengajak seorang perempuan akan memutuskan kualitasmu sebagai seorang laki-laki!”

Mio dengan gembira berkata. Oke, ayo berangkat. Kazuki mengambil selangkah maju——

“Ngomong-ngomong, ini salah!?”

Tiba-tiba, kritik dan tengkorak hitam melayang dari belakang. Apa dia tiba-tiba membuat kesalahan?

“Tunggu, kenapa kau berjalan di depan seperti dalam baris-berbaris! Bukankah kau bilang bahwa kau akan memperlakukanku seperti seorang tuan putri untuk sehari? Apa yang kau pikirkan!? Sekarang cepat iringi aku!”

“I, Iringi!? Iringi itu…Apa yang harus kulakukan!?”

Mentraktir dia makan, mendengarkan apapun yang dia katakan, bukankah itu cukup!?

“Dasar otak udang…Pertama-tama, ijinkan aku menggandeng lenganmu dan berjalan~”

Mio segera bergerak ke samping Kazuki. Walaupun itu tidak masalah, tapi saat dia bergegas mendekat, penampilannya saat gaun dan kardigannya melambai seperti dalam tarian sangatlah manis.

Kemudian, dia menggandeng lengan Kazuki.

Lengan mereka terhubung dengan satu sama lain. Tubuh Mio dengan erat bersandar dan perasaan empuk datang.

“…Tunggu, kau, apa kau baru saja bergidik? Dan wajahmu agak merah?”

“I, Itu tidak merah. Aku, yang telah terlatih sebagai seorang pemain pedang, takkan kacau karena digandeng di lengan!”

“Hmph, apanya yang pemain pedang…Seperti yang diperkirakan, kalau itu hanya bergandengan lengan, itu tidak bisa disebut iringan. Kita bukan anak-anak lagi, kalu kau ingin mengiringiku, maka jelas kita harus melakukan hingga sejauh ini.”

Mio sementara melepaskan lengan mereka yang terhubung dan membuat lengan kiri Kazuki memegang pinggangnya.

Jadi, itu menjadi wujud dimana Kazuki memeluk pinggang seorang gadis. Untuk menyesuaikan dengan hal ini, Mio menekankan tubuhnya lebih dekat.

“K…Kita harus berjalan seperti ini!?”

Bukankah itu menjadi dua orang memeluk satu sama lain sambil mereka berjalan!?

…Apa ini benar-benar bukan kencan!?

“Fufu~ah, wajahmu, menjadi semakin merah! Apanya yang berlatih sebagai seorang pemain pedang, Hayashizaki-Ryuu tidaklah sebagus itu!!”

“Bukankah kau juga tersipu!? Pipimu semerah apel!”

“Hehehe, ini <Iringan> untuk Tuan Putri! Oke, ayo pergi!!”

magika_no_kenshi_to_shoukan_maou_vol-01_162

Seakan dia merasa sangatlah senang, Mio mengayunkan tangannya dan mengambil langkah pertama.

Sementara Tokyo adalah pondasi untuk politik, di saat yang sama, itu adalah <Workshop> untuk alkimia.

Alkimia——Alkimia yang diturunkan secara tradisional melewati jaman kuno adalah peristiwa tidak biasa yang tidak dapat dijelaskan melalui sains. Itu adalah produk yang secara berulang diuji ribuan atau jutaan kali selama bertahun-tahun atau berdekade.

Di generasi sekarang ini, melalui Sihir Normal, efisiensi untuk operasi Alkimia telah meningkat.

Sihir Penguatan Perseptibilitas dapat merasakan partikel materi dan dengan menggunakan Sihir Psikokinetis atau Sihir Pyrokinesis, itu dapat memindah, mengubah dan merestruktur —— Layaknya timbal menjadi emas —— dan mengubahnya menjadi materi yang benar-benar berbeda.

Teknik alkimia yang memecah partikel disebut <Alkahest>.

Para Alkemis tidak bergabung dengan perusahaan apapun tapi lebih memilih mendirikan workshop mereka sendiri. Setelah Tokyo dihancurkan oleh Pengguna Sihir Ilegal, kota ini bangkit kembali melalui Alkimia dikumpulkan oleh Workshop.

Di workshop, pakaian dan aksesori yang menggunakan alkimia, dijual. Ada juga restoran yang menggunakan Sihir yang menyebabkan kualitas bahan-bahannya berubah melalui proses yang disebut <Masakan Alkimia>——Tempat itu juga menjadi situs kencan untuk para anak muda.

Saat Kazuki dan Mio berjalan di jalanan, mereka menerima suatu tatapan…Apa itu tadi?

“Apa, kenapa kau melihat sekeliling? Tolong iringi aku dengan benar.”

“Ah, tidak…bukan apa-apa.”

Jalanan di sekitar masih tersisa sebagai reruntuhan dan belum dibangun ulang. Jika mereka sedikit berjalan ke gang, keamanan publik akan memburuk.

Di tempat semacam ini, sering ada kasus dimana Pengguna Sihir Ilegal melakukan serangan mengendap-endap pada Kesatria atau Siswa Divisi——Dengan kata lain, orang-orang yang memiliki Stigma. Hala itu sering dianggap sebagai kasus yang disebut <Perburuan Stigma>.

Di tahun-tahun akhir-akhir ini, jumlah Perburuan Stigma meningkat. Itu dikatakan sebagai serangan teroris menargetkan Kesatria karena menjadi ekslusif bagi Sihir Pemanggilan.

…Karena itu, saat berjalan di jalanan, tetaplah yang terbaik untuk menyembunyikan Stigma. Akan tetapi, perbedaan dengan Enigma adalah bahwa Stigma akan menyebar ke sekujur kulit. Karena itu, banyak orang tidak dapat menyembunyikannya.

Mio juga tampaknya meninggalkan kesalahan tidak terkoreksi dan membuat yang terbaik darinya. Dari gaun yang memperlihatkan punggung, kau bisa melihat Stigma. Rasanya seperti Mio memperlakukan Stigma sebagai bagian dari dekorasi untuk mencocokkan dengan pakaiannya.

…Karena mereka keluar untuk bermain, jadi dia tidak membawa pedangnya. Ini bisa menjadi sebuah kesalahan.

“Ah, kucing! Ada kucing!” Di saat Mio mengeluarkan suara, kucing putih melintas di depan mata mereka.

Tepat di depan tatapan mereka adalah juga kucing itu.

“Nyaah——♪”

Mio tiba-tiba membuat kepalanya bersandar di bahu Kazuki dan mengeluarkan suara aneh.

“…I, Itu bercanda. Aku hanya ingin mencoba bagaimana rasanya…”

“Apa kau sering mengunjungi kedai ini? Meskipun tempat ini seharusnya sangat jauh dari Keluarga Hayashizaki.”

Setelah selesai memakan hidangan Italianya, Mio mengelap mulutnya dengan serbet dan bertanya.

“Karena aku ingin keluargaku memakan hidangan yang lezat, aku akan mengunjungi banyak kedai di hari istirahatku dengan sedikit uang saku yang kupunya untuk menempa teknik memasakku. Masakan Alkimia terasa seperti itu adalah sebuah kehidupan.”

“…Kau, selain dari Teknik Pedang, kau juga mempertahankan kendali-diri yang berderajat tinggi. Meskipun itu sungguh lezat.”

Pada restoran Italia yang memancarkan atmosfir ceria itu, Mio tampaknya sangat puas.

“Kedai kami saat ini menggelar event terbatas-untuk pasangan, saya penasaran bagaimana menurut kalian?”

Pelayan yang sudah mengambil piring yang habis berkata pada mereka.

“Tunggu…Kami bukan pasangan…”

“Cream cheesecake spesial kedai kami akan diberikan gratis!”

“Kalau kita bisa makan ini, kalau begitu kenapa tidak pura-pura menjadi pasangan?”

Mio mungkin malu karena mereka dianggap sebagai pasangan dan menundukkan kepalanya.

Pelayannya juga membawakan kuenya sesaat kemudian.

Walaupun itu tidak sebesar kue ulang tahun, tapi itu tetaplah satu kue utuh yang belum dipotong.

Disampingnya adalah sebuah bungkusan kantung dengan saus merah.

“Ini…saus stroberi atau apa di dalamnya? Dan ada juga satu garpu…”

“Kalau sang pacar menggunakan saus stroberi ini untuk menulis kata-kata di atas kue, kemudian dengan cara “Ah——n” dan menyuapi sang pacar, cream cheesecake gratis! Inilah event nya!”

“…Sungguh event yang mencolok.”

“Oke, pacar-san. Tuliskan semua perasaan yang kamu tidak bisa sampaikan secara normal disini!”

Mata onee-san pelayan berbinar. Itu jelas bahwa orang ini saat ini menikmati dirinya.

Melihat pada bungkusan yang diserahkan, Mio kewalahan.

“A, Apa yang tamu lain umumnya tuliskan di waktu ini?”

“Kebanyakan dari mereka akan menuliskan <I love you> atau <Love>, kata-kata semacam ini.”

Mio ingin menuliskan beberapa kata-kata, tapi dia ragu-ragu dengan suara “Uuuuu——”.

Kemudian, Mio, seakan putus asa, menuliskan <Idiot> pada cheesecake nya.

“Lupakan, ini adalah juga ungkapan cinta.” Pelayan-san memberi senyum masam.

“Baiklah, buka mulutmu! Hmph, ini hanya seperti menyuapi seekor anjing!

Kemudian dia mengambil sepotong kue dan membawanya ke mulut Kazuki untuk menyuapinya.

Setelah Kazuki menerima segigit, dia mulai menyerang balik dengan berkata <Kali ini, giliran Tuan Putri>.

“A, Aku ingin memakannya sendiri!”

“Itu tidak diijinkan. Pelayan-san melihat di pinggir, jadi kau harus mematuhi aturannya.”

“Kenapa kau sangat keras kepala di tempat seperti ini?”

“Oke, Amasaki. Buka yang lebar.”

“…Kau, aku ingin mengatakannya sejak lama, tapi bisakah kau tidak memanggilku Amasaki.”

Pada salam tenang Kazuki, Mio menggunakan tatapan mengerikan untuk melihatnya.

“Saat kau mengajakku sebelumnya, bukankah kau memanggilku Mio…Kenapa itu tiba-tiba berubah kembali?”

“Eh, Ahhh, maaf…Mio, sini, buka yang lebar.”

Setelah Kazuki secara langsung memanggil namanya, Mio dengan jujur membuka mulutnya dan menerima <Ah——n>nya.

“Enak…” Dari dada Mio yang tersipu, sebuah hati merah dengan lembut melayang keluar.

——Mereka berdua bergantian untuk menyuapi cheesecake satu sama lain. Setelah mereka selesai makan, Kazuki berencana untuk membayar tagihannya.

“…Ngomong-ngomong, sejak awal, aku, tidak benar-benar menganggapmu sebagi budak. Aku akan tetap bayar…?”

Mio tiba-tiba menjadi terus terang seakan dia meminjamnya dari seekor  kucing, dan mengeluarkan dompetnya.

Kazuki menghentikannya dengan senyum masam. Karena sudah direncanakan bahwa pihak ini yang akan mentraktirnya.

Mio memperlihatkan ekspresi gelisah. Sebagai hasilnya, Kazuki juga mulai merasa sedikit tegang lagi.

Jadi saat mereka meninggalkan restoran, kali ini, Kazuki mengambil inisiatif untuk memeluk pingganggnya dan melakukan <Iringan>.

Setelah Mio mengeluarkan <Ah>, dia juga dengan aktif bekerjasama dan bersandar dengan tubuhnya.

Dia tersipu dan hati merah yang mewakili level positifitas melayang keluar sekali lagi.

Setelah meninggalkan restoran, mereka mulai melihat-lihat item di workshop.

Seperti apa yang dia bayangkan, Mio, yang menyukai produk cantik, akan berkata “Ini lucu” “Kau harus coba ini” di toko-toko. Setelah ini dikatakan, Kazuki juga perlahan-lahan mengembangkan ketertarikan dan tidak memiliki perasaan berkecamuk apapun selagi dia mencobanya di depan cermin.

——Tapi “……”, Mio tiba-tiba menjadi depresi.

“Ini sudah…cukup larut.”

Seakan dia enggan untuk berpisah, Mio mengangkat kepalanya ke arah langit. Sekeliling sudah mulai sore.

Di saat Kazuki baru akan berkata padanya, ‘kita keluar dan main bersama lagi’, dia tiba-tiba menelan kata-kata yang sudah mencapai mulutnya.

Dia sadar. ——Meskipun dia mengajaknya lain kali untuk baermain sebagi teman, mereka takkan bisa menghabiskan waktu seperti hari ini.

Hal-hal yang mereka lakukan hari ini sudah melebihi cakupan dari <Bermain dengan Teman>.

Karena dia juga menyadari ini, jadi dia merasa enggan dan tidak berkata apa-apa.

Seakan waktu telah terhenti, mereka berdua relatif diam. Matahari perlahan turun sedikit demi sedikit.

“Benar!…Tunggu aku sebentar. Dengarkan baik-baik, pokoknya jangan bergerak!”

Mio kemudian berlari ke gang yang berderet dengan jalanan Workshop.

Dibawah keadaan dimana dia benar-benar kebingungan, Kazuki tetap di sana sendirian.

Tiba-tiba bergerak sendirian——Dia sangat penasaran tentang tatapan yang dia telah rasakan sejak pagi.

Saat dia menyadarinya, tempat ini adalah pinggiran luar dari kota. Keremangannya bukan hanya karena waktu.

“…Nii-san♪”

Di saat dia merasa gelisah, seseorang bicara padanya dari belakang. Kazuki terkejut dan berbalik ke belakang.

Sementara mempertahankan kewaspadaan, dia berbalik——Di dalam jalan yang sunyi berdiri seorang gadis yang mungkin masih SMP.

Walaupun telinganya tidak lancip, tapi rambutnya perak seperti elf. Itu adalah gadis yang memancarkan atmosfir abnormal. Dia mengenakan pakaian yang rusak di beberapa tempat sembari dia mengungkapkan senyum lugu kepada Kazuki.

…Siapa itu? Walaupun dia merasa bahwa diapernah melihat wajahnya sebelumnya, tapi——

“Akhirnya, aku bisa bicara denganmu. Aku harus mengumpulkan banyak keberanianku. Karena kalian berdua selalu bersama, jadi aku merasa bahwa aku sebaiknya tidak mengganggumu. Apa kalian berdua pacaran? Kalau seperti itu, maka itu akan terlalu menyedihkan.”

Menatap pada gang Mio berlari, dia berbisik kesepian.

“…Kau?”

“Ah, apa kamu lupa diapa aku? Itu terlalu. Kalau begitu tolong jangan lupakan pertemuan hari ini, Nii-san♪”

Aku pernah melihat dia sebelumnya. Karena kasus sebelumnya, Mio, dia langsung menyadarinya.

Di dalam kenangan dari Institut Nanohana, gambaran dari seseorang berhasil tergambarkan di dalam pikirannya.

Tapi rasanya orang yang mirip dengan dia dari ingatannya tidak memiliki warna rambut ini.

Dan ini cukup jauh dari Institut Nanohana.

Jadi dia merasa bahwa ada sesuatu yang salah dan tak bisa menghindari kecuali menanyakan pertanyaan ini, “Siapa kau?”

Gadis itu tiba-tiba “Uuuu” dan menegangkan wajahnya.

“Jadi itu tetap takkan berhasil…Setelah melihat Nii-san, itu terasa bahwa tidak mungkin untuk ditahan…”

“Ditahan…? Hey, apa kau baik-baik saja? Sepertinya itu sangat menyakitkan!”

“Aku baik-baik saja…Meskipun itu adalah reuni baru saja, kalau aku tiba-tiba melakukan “Kah semacam itu”, maka aku takkan menahannya…? Tolong jangan membenciku, Nii-san…Fu, Fufufu…”

Gadis itu tertawa aneh seperti-terpingkal.

Gadis yang memancarkan atmosfir aneh itu, berbalik dan menghadap gang dan mengeluarkan suara “Ah!”.

“Sepertinya dia kembali…Kalau kau bicara dengan gadis lain saat kencan, Mio-chan akan pasti marah. Meskipun, aku enggan untuk melakukannya…Meskipun aku ingin melakukan hal semacam itu, tapi aku tak bisa, itu memang disayangkan…”

“Tolong tunggu sebentar, namamu adalah…”Kaya”, kan!”

“Benar! Terima kasih, Nii-san! Pertemuan kita hari ini…Tolong jangan melupakannya, Nii-san! Fufufu, Fufu…!”

Kaya membalikkan punggungnya dan lari. ——Ke arah gang gelap.

Walaupun sedikit seperti ini…tapi itu seakan dia baru saja bertemu hantu.

“Kazuki! Kau benar-benar mendengarkan kata-kataku dan menungguku tanpa bergerak! Lumayan!”

Seperti yang Kaya prediksi, Mio datang berlari kembali dari gang lainnya.

Mio, yang memperlihatkan senyum sangat gembira, memegang sebuah paket kecil.

“Aku akan memberitahumu soal ini nanti! Tolong bersabarlah untuk sedikit lebih lama. Fufufu♪”

“…Ngomong-ngomong, Mio, apa kau tahu apa terjadi pada Institut Nanohana?”

“Institut Nanohana? Aku tidak pergi ke sana sejak aku diadopsi oleh keluarga Amasaki…Itu sangat jauh.”

“Begitu ya…Itu memang bukan tempat dimana kita bisa dengan biasa pergi dan melihat situasinya.”

Ngomong-ngomong, selama tahun ini, tidak ada telepon ataupun SMS yang datang.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya pertanyaan semacam ini?”

“Baru saja, aku bertemu Kaya. Kaya, yang rambutnya berubah menjadi warna perak.”

“Eh?…Kaya? Kaya…Yang itu, tunggu sebentar! Kau bilang <Kaya> itu!? Tapi kenapa dia di tempat semacam ini? Dan rambut anak itu seharusnya hitam, bukan?”

Mio dengan heran memiringkan kepalanya. Ya, dari jarak dan karakteristik khususnya, Kaya muncul disini memang tidak natural…Itu seakan dia melihat ilusi.

Akan tetapi, Mio, yang tidak sungguhan melihatnya, segera mengembalikan mood nya.

“Ah, kalau begitu kita ke workshop itu dan lihat! Ayo cepat, tokonya akan tutup!”

Dia menggenggam tangan Kazuki, yang masih kebingungan tentang gadis mengherankan itu, dan berbalik.

“…Bintang-bintang juga keluar. Ini hampir akhir untuk hari ini.”

Toko-toko di Workshop semua sudah tutup. Mereka berdua mulai berjalan kembali ke akademi.

Mio menyerahkan paket kecil yang dia pegang pada Kazuki.

“Ini…Aku akan berikan ini padamu. Kau boleh buka dan lihat apa itu.”

Setelah membuka paket itu dan meliriknya, dia bisa melihat kalung yang meniru bentuk dari bulu burung yang berpendar di dalamnya.

“…Itu sama dengan punyaku! Karena kau juga bisa menggunakan Sihir Phenex! Itu dibuat oleh Alkemis, yang tokonya sering aku kunjungi, menggunakan item top trendi, perak rubi! Baiklah, pakailah, pakailah.”

Dia peduli tentang fakta bahwa aku mentraktir dia makan di restoran, ya.

Perak rubi——Seperti yang namanya siratkan, itu mengubah suatu bagian dari sebuah aksesori perak menjadi alumunium oksida, yaitu rubi, dan mencampurnya bersama dengan pola marmer. Itu adalah Alkimia canggih.

Merah gelap dan perak mengkilau akan ditumpuk dalam beberapa lapisan, layaknya api beku.

“Di masa lalu, mataku yang biasa-biasa saja mungkin telah salah…Ah, bukankah ini keren!?…Tidak apa-apa kalau kau ingin mempersembahkan hadiah balik. Tentu saja, kau akan membayarku balik, kan? Bayar balik, bayar balik.”

Mio terus berkata bayar balik, bayar balik dengan tidak natural. Saat itu, Kazuki tiba-tiba mengerti.

“Kalau begitu, tolong ijinkan aku mengungkapkan terima kasihku lain kali. Tolong ijinkan aku sekali lagi bertindak sebagai pengiringmu lain kali, seperti hari ini.”

Apa seperti ini…Dia ingin mencari alasan. Kami berdua memang seperti ini.

Menggunakan Galge sebagai analogi——Itu adalah perasaan seakan dia telah memilih pilihan yang tepat.

Ekspresi Mio tiba-tiba terang. Sejumlah besar hati merah melayang keluar dari dadanya.

“…Apa boleh buat! Karena itu hadiah, maka Mio tak bisa menghindarinya! Baiklah, lain kali, aku akan menemanimu seperti hari ini!”

Grafik yang muncul di depan mata Kazuki, tanpa diketahui, level positifitasnya sudah melebihi 100.

…Pada akhirnya, hingga sejauh mana perasaan yang angka 100 ini wakili.

Membuang alasan ke pinggir, dibawah keadaan angka ini dan kata-katanya…

Mio tiba-tiba memegang tangan kiri Kazuki dan meletakkan di dadanya.

“Ini terima kasih diungkapkan pada pria, yang telah menyelesaikan iringan dari seorang wanita.”

Mio dengan hlus membungkuk dan mencium tangan kiri Kazuki.

Kehangatan bibirnya benar-benar tersampaikan, Mio langsung menjadi malu dan membalikkan punggungnya pada Kazuki.

Melihat punggung dari gadis ini yang telah dewasa, Kazuki berpikir itu tidaklah sama dengan sebelumnya.

Perasaan yang dia miliki untuk Mio saat ini, mungkin tidaklah sama dengan perasaan yang dia miliki untuk Mio sebelumnya…

——Tapi perasaan hangat ini segera mendingin.

Kazuki sadar. Tenaga Sihir sedang dihasilkan ——Ini adalah perasaan dari Sihir sedang diaktifkan.

Cepat. Itu sudah diaktifkan. Aliran Tenaga Sihir datang dari belakang —— dan menuju ke sini!

Kazuki tiba-tiba menggendong Mio dari belakang.

“Eh!? T, Tunggu sebentar, apa yang kau tiba-tiba lakukan!?

“…Ini bahaya!!”

Kazuki menggendong Mio beitu saja dan lari.

*Dondon*! Puing besar melayang dan menghancurkan lokasi dimana Mio sebelumnya.

“S, Sihir!?” Mio, yang digendong oleh Kazuki, berteriak.

Sementara Kazuki menghindar, dia berbalik dan melihat. Seorang pria, yang mengenakan pakaian kotor, mengejar mereka.

Pakaian yang dia kenakan compang-camping. Dia memiliki mata yang tidak stabil secara mental dan melototi Kazuki serta Mio.

Dia mungkin pria yang seumuran dengan Kazuki. Tapi Sihir yang dia gunakan jelas bukan ——Sihir Normal!

“Pengguna Sihir Ilegal… Pemburu Stigma!?”

Tubuh pria itu memancarkan sinar. Kazuki melebarkan matanya. Orang ini, dia tidak merapalkan mantra!

<Rubble Bullet (Block Shoot)>

Di saat yang sama suara inorganik terdengar. Aspal terkoyak-koyak dari jalan dan mengambang.

Kemudian, puing itu melayang begitu saja. Kazuki terus menggendong sambil berlari tanpa henti dan dia menghindar dengan menggunakan rute melengkung.

“T, Tunggu sebentar, Kazuki!? I, Ini…Gendongan Putri…”

“…Rubble Bullet.”

Walaupun itu adalah Sihir Serangan yang lurus dan mudah dihindari…tapi karena tidak ada Rapalan Mantra, jadi itu akan terus-terusan ditembakkan!

“Mio, seperti ini, aku akan bertanggungjawab untuk menghindar, cepat gunakan Sihir Pemanggilanmu!”

“B, Bodoh! Bagaimana bisa aku berkonsentrasi dengan postur semacam ini!?”

“Aku merasa bahwa itu adalah strategi yang bagus…Sekarang, aku tak bisa menggunakan Pedang ataupun Sihir Pemanggilan.”

Tenaga Sihir Kazuki hampirr sepenuhnya digunakan saat latihan khusus sebelumnya. Dia bahkan tidak memiliki Tenaga Sihir berlebih untuk bahkan menggunakan Sihir Penguatan Perseptibilitas.

Hanya dengan membaca kedepan dia bisa untuk hanya nyaris menghindari serangan musuh.

“…Ini buruk, tanganku menjadi mati rasa…”

“Hey, apa kau berkata bahwa aku berat!?”

“Lebih berat dari pedangku.”

“Apa kau mengatakan bahwa pedangmu lebih manis dariku!? Kalau hanya sejauh ini, aku bisa mengurusnya dengan kekuatanku sendiri!”

Lihat saja, Mio berkata. Dia membuka tangan Kazuki dan dengan halus mendarat di tanah. Kemudian——

“Semua yang menyentuhnya akan terbakar…Bara api yang menolak pendekatan! Inflammation Armor (Self Burning).”

Mio mengangkat satu tangan ke udara. Pusaran api sekeliling menjadi armor yang melindungi tubuh.

Puing yang melayang ke arah Mio dibakar satu demi satu oleh armor api dan berubah menjadi abu yang mengambang di langit.

“Sihir Pemanggilan Baru…Level 3 Phenex!?”

Sihir Level 3 Phenex tampaknya Sihir defensif.

Karena aktivasi Sihir Defensif menargetkan tubuhnya sendiri, jadi tidak perlu untuk menunjuk koordinat, karena itulah waktu rapalan mantranya pendek.

Dan dibandingkan dengan Sihir Defensif, itu bisa menggunakan Tenaga Sihir yang lebih sedikit untuk  melindungi tubuh dengan lebih efisien. Walaupun ada aspek kelebihan dan kekurangan berdasarkan perbedaan atribut dari serangan, tapi itu tetaplah Sihir Pemanggilan Dasar yang digunakan untuk pertarungan.

“…Barrett!!” Mio segera mengaktifkan Sihir Serangan untuk menyerang balik.

Earth God’s Screen (Titan Wall)

Pria yang membuat orang lain merasa tidak senang itu tidak memperlihatkan perubahan emosi apapun dan hanya menginjak tanah.

Kemudian, penghalang tebal dari tanah terbentuk di sana. Bulu api ditahan seakan batu yang tenggelam ke lautan.

“…Rubber Bullet” “Barrett!” “Rubble Bullet…”

Pertukaran Sihir Serangan oleh Mio dan pria itu sepenuhnya diimbangi oleh Sihir Defensif orang lainnya.

Tapi…Pertarungan jangka panjang akan membuat pihak ini tidak diunggulkan. Sihir pihak lain terus-terusan ditembakkan.

Di sisi lain, Mio, yang tidak punya waktu untuk bahkan memakai Gaun Magis dan merapalkan Sihir Pemanggilan, mendapati efisiensi Tenaga Sihirnya sangat berkurang. Jika mereka terus memaksakannya, maka Tenaga Sihir pihak sini yang akan habis terlebih dahulu.

“Meskipun aku seharusnya membantu memikirkan rencana untuk mengulur waktu baginya, tapi sekarang, aku tidak memiliki Pedang ataupun Tenaga Sihir!”

Di saat Kazuki merasa cemas——Dia merasakan Tenaga Sihir meledak-ledak muncul di belakangnya.

Berbalik, Kaguya-senpai, yang berkilau dengan Tenaga Sihir keunguan, di sana.

Jumlah Tenaga Sihir yang berpusar berada pada level yang benar-benar berbeda——Itu adalah Sihir Pemanggilan Level Tinggi yang Kazuki dan lainnya jauh tertingga.

“Bayangan yang Sunyi dan Tak Berwujud, Jadilah seekor ikan yang terlahir dalam kegelapan yang menjelajahi delusi! Asal dari mimpi buruk, siklus materialisasi, menjawab pada teror dan harapan dan lahaplah…! Darkness in Shadow’s Depth (Twilight Spectre)

Kukuku…Tawa mengerikan menggema di semua arah.

Di bagian dalam dari dinding tanah, <Bayangan> yang memanjang dari belakang pria itu tiba-tiba membesar, bayangan itu menjadi monster besar dengan hanya wajah hitam. Pria itu terkejut dan di saat dia berbalik, sang monster membuka mulutnya dan menelan pria itu sepenuhnya mulai dari kepala——Seperti hiu yang menunjukkan kepalanya dari permukaan air.

Sinar biru intens bersinar. Sihir Defensif yang muncul dengan instan melindungi tubuh pria itu dan dia melayang keluar dari mulut sang Monster.

Walaupun dia menghindari jatuh ke keadaan Mabuk Sihir, tapi adalah jelas bahwa Tenaga Sihirnya hampir benar-benar hilang.

Earth Release – Earth Animal (Land Escape)

Untuk menggunakan sedikit Tenaga Sihir, pria itu berteriak.

Pria itu menjadi ular besar. Mulutnya tiba-tiba memanjang kedepan, hidung dan bibirnya berasimilasi. Bola mata putih menghilang dari pupil dan semua rambutnya rontok. Dua tangan dan kakinya terintegrasi ke tubuhnya. Pada akhirnya, perubahan aneh itu mengubahnya menjadi ular besar itu sendiri. Kemudian, kepalanyamulai menggali ke aspal dari tanah keras dan berasimilasi dengan tanah seakan dia mengubur tubuhnya di dalam.

“Aku membiarkannya kabur lagi!” Kaguya-senpai berkata dengan suara menyesal.

“Senpai…Kenapa kau disini?”

Di saat bersamaan, Hoshikaze-senpai dan Koyuki, yang juga mengenakan Gaun Magis, berlari dari belakang Kaguya-senpai.

Senpai dan lainnya berencana menantang suatu misi saat hari istirahat ini dan datang untuk mengejar Pemburu Stigma.

“Hikaru mengejar Pengguna Sihir Ilegal yang disebut <Ular Tanah> disini…Diva kontraknya tidak diketahui…Karena dia menggunakan Sihir kabur itu, dia bisa langsung kabur, jadi dia tidak bisa menangkapnya.”

“Jadi itu Pengguna Sihir Ilegal…Waktu Merapal Sihir orang itu pada dasarnya nol…”

“Pengguna Sihir Ilegal pada dasarnya semua seperti itu. Mereka secara praktikal menggunakan kontrak <Pemanggilan Perasukan (Drive)> untuk memanggil Diva ke tubuh mereka sendiri. Kita, Pengguna Sihir Stigma, harus meminta untuk Fenomena Sihir melalui merapalkan mantra kepada Diva di Astrum. Tapi, mereka tidak perlu untuk menyampaikan caranya, jadi mereka bisa dengan cepat dan dengan efisien mengaktifkan Kekuatan Diva dengan sedikit jumlah Sihir.”

“Dengan kata lain, dibandingkan Sihir Pemanggilan kita, Pengguna Sihir Ilegal lebih kuat?”

“Terus terang, seperti itulah. Jadi itulah kenapa kita harus menggunakan strategi yang berkoordinasi dengan pemain pedang.”

“Tapi, itu tidak seluruhnya hal baik.”

Ekspresi Hoshikaze-senpai menjadi mendung dan melanjutkan bicara setelah Kaguya-senpai.

“Kalu kau menggunakan Pemanggilan Perasukan, semakin banyak kau menggunakan Sihir, semakin cepat mentalitasmu akan dikorosi oleh Diva, menjadi amuk dan pada akhirnya, tubuhmu akan diambil oleh Diva. Akan tetapi, sebelum Diva bisa memperoleh tubuh fisik, mereka akan sering membuat mentalitas mereka diarahkan pada kegilaan dan menjadi amuk. Yang Kesatria tangkap sering dalam situasi semacam ini.”

“Tapi <Ular Tanah> itu sudah bisa secara langsung memperoleh tubuh fisik. Tidak diragukan soal itu. Aku pikir serangan terakhir itu akan bisa benar-benar menghilangkan dia dari Tenaga Sihir, tapi pada akhirnya, aku masih membiarkannya kabur…”

Pria di depan mata mereka tadi tidak memiliki emosi sama sekali. Seorang pria yang mentalitasnya telah dikorosi oleh Diva…

“Aku seharusnya tidak bertujuan menangkap dia hidup-hidup…Dan seharusnya menggunakan Hell’s Imagine Flame untuk langsung membunuhnya.”

Kaguya-senpai berbisik dengan nada gelap. Kazuki tidak bisa menghindari untuk merinding.

“Seperti yang sensei katakan, mungkin aku masih terlalu naif…”

Memandang dia dari pinggir, itu bukanlah senpai lembut dan ceria yang Kazuki pernah lihat. Ada suatu kegelapanyang lebih dalam——

“Senpai…Apa kau membunuh seseorang sebelumnya?”

Jika mereka pada akhirnya menjadi Kesatria, maka tidak diragukan bahwa mereka harus memiliki tekad itu.

“Pengalaman semacam itu…Bagaimana mungkin?”

Tapi, seketika kemudian, ekspresi serius Kaguya-senpai menghilang.

“N, Ngomong-ngomong, Otouto-kun, k, kalian kembali setelah k, kencan!? Bintang-bintang sangatlah indah, ini sungguh malam yang indah!”

Untuk menghilangkan atmosfir suram ini, Hoshikaze-senpai menggunakan suara ceria untuk bertanya.

“Ini bukan kencan!” Mio terburu-buru dan menyangkal.

Atmosfir tegang perlahan menghilang. Tiba-tiba, Kazuki melihat penampilan senpai lagi.

Karena itu adalah pertarungan nyata, jadi Kaguya-senpai tidak memakai jubah. Itu masih sama, Gaun Magis sangat terbuka dari sebelumnya.

Gaun Magis Hoshikaze-senpai adalah tanpa lengan, dan Stigmanya terungkap mulai dari bahu turun hingga seluruh lengan. Ada lebih kurang atmosfir kebenaran dari seorang <Kesatria, tapi derajat eksposurnya tetaplah sangat tinggi.

Gaun Magis Koyuki seperti-baju renang sekolahan putih ketat. Stigmanya terungkap dari bahu dan paha. Eksposur sisi ini juga cukup tinggi.

Cahaya misterius yang terpancar di gelapnya malam…Itu tetaplah sedikit merangsang untuk dilihat dengan mata tenang.

“Oii, k, kau tidak mungkinmelihat senpai dan lainnya dengan mata aneh itu, kan!?”

“Astaga, Otouto-kun. Menggunakan mata aneh untuk melihat orang lain tidak diperbolehkan! Ini penampilan untuk tujuan bertarung.”

Kaguya-senpai berubah kembali ke senpai biasanya dan dengan halus tersenyum pada Kazuki sambil menegurnya.

“…Aku agak kelelahan setelah menggunakan Sihir Pemanggilan. Semuanya, ayo kembali.”

Part 4

Tujuan asli telah tercapai, level positifitas Mio telah meningkat secara signifikan.

Setelah Kazuki mematikan lampu di kamarnya, dia berbaring di tempat tidur kelelahan.

Akan tetapi ——Tidak ada Mantra yang datang ke pikirannya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Saat dia pertama ingin mengetahui bagaimana untuk menggunakan Barretr, suatu mantra secara natural muncul di pikirannya. Tapi walaupun dia mencari untuk lebih banyak dari Sihir lain di pikirannya, mantra baru tidak muncul.

“Aneh, kalau level positifitasnya adalah 100, maka seharusnya tidaklah tidak mungkin untuk digunakan…”

Leme yang tidur di samping Kazuki, berbisik.

“…Dalam skenario terburuk, masih ada cheat yang bisa kau gunakan.”

“…Cheat? Kalau ada hal semacam itu, kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?”

“Jalur Tenaga Sihir yang dibuat melalui level positifitas bisa dengan sementara dikembangkan melalui suatu kontak yang seperti-magis.”

“Kontak yang seperti-magis? …Aku merasa bahwa yang ada hanyalah pertanda buruk.”

“Pikirkan kembali pada adegan dimana kau membuat kontrak dengan Leme tidaklah apa-apa. Oii, jangan tersipu! Dengan kata lain, itu adalah ciuman. CIUMAN. Selama kau berciuman, maka jalurnya akan secara sementara menyebar dan selama waktu pendek itu, kau akan bisa menggunakan semua Level dari Sihir Pemanggilan. Kau mungkin bisa dengan mudah memenangkan kompetisi.”

“…T, Tidak. Berciuman demi memperoleh kemenangan, bagaimana bisa aku melakukannya.”

“Akan tetapi, jalur yang menyebar melalui ciuman akan mengembangkan imunitas setelah hanya satu kali. Kau takkan bisa menggunakan cheat ini pada target untuk kedua kalinya. Kalau kau bisa memilih untuk tidak menggunakannya, maka adalah yang terbaik untuk tidak menggunakannya. Ini adalah kartu truf terakhir.”

“Kartu truf hipokritis ini, siapa yang akan menggunakannya…”

Tapi…Kalau itu bisa menggunakan semua Levelnya, kalau begitu itu juga mungkin untuk menggunakan <Pemanggilan Komplit>?

“——Otouto-kun”

Di saat ini, pintu mengeluarkan suara berderak dan terbuka. Dari sisi lain pintu datang suara Kaguya-senpai.

Untuk menghindari mereka terlihat tidur bersama, Leme menghilangkan sosoknya dan kembali ke Astrum.

“!?” Untuk menahan suara teriakannya keluar, Kazuki menahan nafasnya. Ini karena senpai, yang muncul di sisi lain dari pintu, masih mengenakan Gaun Magis itu.

“Otouto-kun…” Itu adalah suara manis seakan itu adalah buah yang direndam sirup gula.

Kaguya-senpai tiba-tiba melompat ke tempat tidur Kazuki dan dengan erat memeluk Kazuki.

“Otouto-kun benar-benar lucu.”

Suara bisikan mencurigakan berdesir di telinganya.

Walaupun dia hampir tanpa sengaja terpesona olehnya, tapi ini memang bukan senpai yang biasanya!

“Senpai, maaf! Tolong kembalilah ke penampilan aslimu!”

Kazuki meminta maaf dan dengan cara mencubit pipi senpai dengan kedua tangannya, dia menepuk kedua sisi wajahnya.

Setelah ditepuk di wajah, senpai mengeluarkan suara “Ah!”.

Mata senpai mengungkapkan warna ungu menggoda —— Kemudian kembali ke warna aslinya.

“…Kumohon” Senpai berbisik lirih.

Kazuki “Eh?” dan bertanya balik. Di saat ini, air mata mulai menetes dari mata senpai.

Tiba-tiba diserang oleh senpai, kemudian membuat dia menangis. Itu sungguh aneh.

“Tidak, tidak! Ini karena Asmodeus adalah iblis yang mengatur hasrat ecchi…Jadi setiap kali stelah pemanggilan, sebagai efek samping, terkadang keadaan pikiranku akan menjadi sangat berubah…Tapi, aku tidak bermaksud…”

“Senpai, tolong tenanglah!”

Kazuki duduk di tempat tidur menghadap Kaguya-senpai dan dengan halus menekan bahunya.

“Tidak, aku ingin menjadi lebih mesra dengan Otouto-kun juga benar-benar berbeda dari fakta bahwa Otouto-kun adalah laki-laki! Jadi, tolong jangan memandang rendah diriku…!”

…Senpai sebenarnya peduli dengan hal semacam ini.

Ketika dia mengerti titik ini, dia berharap bahwa dia tidak akan salh menilai situasinya.

“Senpai” dia terus memanggil seperti ini dan sekali lagi, Kazuki menggunakan kedua tangannya untuk mencubit pipi Kaguya-senpai.

Itu bukanlah masalah. Tubuhnya tanpa sengaja bergerak seperti ini adalah karena ini pendekatan yang sama saat dia berurusan dengan Kanae yang menangis.

“Sekarang ini, itu tidak mungkin untuk salah paham. Kau membantuku saat aku tidak bisa berintegrasi ke sekolah, kau menyebutku, yang seorang pemain pedang, sebagai kawan, dan kau megaharapkannya saat aku menjadi jembatan yang menghubungkan Divisi Sihir dan Divisi Pedang…Hingga titik ini, adalah tidak mungkin bagiku untuk percaya bahwa kelembutan senpai adalah semua dipengaruhi oleh Asmodeus.”

“Otouto-kun…”

Kazuki menatap dia tanpa memalingkan wajah dan menggunakan bentuk persuasif untuk menyampaikan perasaannya padanya.

“Saat kita pertama bertemu, senpai berkata bahwa aku istimewa. Itu bukan karena aku satu-satunya laki-laki, tapi karena aku adalah seorang pemain pedang. Setelah mengetahui fakta itu, aku, benar-benar bahagia. Tolong jangan menganggapku sebagai seseorang yang akan meragukan kelembutan senpai.”

Kaguya-senpai akhirnya tenang. Walaupun air mata masih ada di matanya, tapi dia sudah mengungkapkan senyum tenang.

“Fakta bahwa Otouto-kun mengatakan hal dengan jelas ——Aku sangat suka.”

Di saat ini, apa yang melayang keluar dari dada senpai adalah ——sebuah kunci.

Kunci itu terserap ke cincin Kazuki. Seperti waktu dengan Mio.

Seketika kemudian, senpai memeluk dada Kazuki lagi.

“Maaf, tolong ijinkan aku tetap begini sedikit lebih lama…Karena sekarang aku sudah tidak memiliki hasrat ecchi apapun, jadi ijinkan aku tetap seperti ini untuk sesaat…Aku benar-benar cemas. Seenaknya mengatakan bahwa aku sewenang-wenang mengharapkan Otouto-kun menjadi jembatan yang menghubungkan Divisi Sihir dan Divisi Pedang…Sewenang-wenang memperlakukanmu sebagai pilar pendukung untuk pikiranku. Aku dengan sengaja membebankan ini kepadamu.”

“Tapi, aku merasa senang soal itu.”

Walaupun sesudahnya, Liz Liza-sensei dan Mio juga baik padanya, tapi pada awalnya, <Yang Membutuhkanku> adalah senpai. Kalau itu Mio yang melakukannya lebih dulu, dia merasa bahwa dirinya mungkin akan menjadi bahkan lebih tersesat.

“Aku, meskipun aku senpaimu, juga bisa terus bertingkah dengan sikap manja padamu. Rasanya bahwa meskipun Otouto-kun lebih muda dariku, tapi dia tampak lebih seperti seorang kakak. Mungkin karena kakakku juga adalah seorang pemain pedang…Meskipun dia sudah meninggal.”

Kaguya-senpai mungkin teringat sesuatu dan hidungnya berkedut.

“Baiklah…Pengisian selesai! Kaguya-senpai sudah baik-baik saja! …Mulai besok hingga seterusnya, kamu harus berusaha keras pada latihan khususnya, Otouto-kun! Tapi, Tapi menyalahpahamkan maksudku tidaklah baik. Aku akan memperlakukan Otouto-kun secara khusus, bukan karena kamu adalah seorang pria, tapi karena kamu adalah muridku!!… Selamat malam!”

Dengan sedikit ekspetasi meningkat dan  rendah hati, Kaguya-senpai, *patapata*, pergi.

“…Baru saja, level positifitas Otonashi Kaguya melewati 65. Jalur Tenaga Sihir terhubung.”

Sebagai gantinya, Leme bermaterialisasi. Di saat yang sama, jantungnya berdetak dengan kencang.

Tidak, tunggu sebentar. Level positifitas senpai mungkin bukan sesuatu yang berhubungan dengan cinta.

Kazuki menggali ke selimutnya dan menutup matanya. Rasanya dia akan mendapatkan mimpi aneh.

“Meskipun kau sangat menakjubkan sebelumnya, tapi kenapa kau sangat malu-malu di tempat yang begitu aneh?”

Leme berkata, terkejut.

“Kenapa, pada akhirnya, kau, meskipun kau berharap bahwa pihak lain akan mempercayaimu, tapi kau tidak percaya pada pihak lainnya…Oi, bagaimana, mungkinkah kau sudah tertidur? Dengarkan aku!”

Part 5

“Akira…Memburu mereka berdua tidak diijinkan. Meskipun itu untuk membuat mereka berdua kembali ke tempat yang sama denganku dan melakukan Perburuan Stigma, kalau kau memburu mereka berdua, itu seakan urutannya terbalik.”

Di reruntuhan yang remang, suara seorang gadis muda terdengar.

Gadis yang Kazuki panggil Kaya dan Pengguna Sihir Ilegal <Ular Tanah> berada di sana.

Mereka berdua tinggal di dalam sebuah reruntuhan yang belum direstorasi dan berbaring di sana dengan santainya.

Reruntuhan yang aslinya sebuah hotel memiliki perlengkapan yang memenuhi. Ada jumlah besar item yang tanpa pemilik, tapi itu dikeluarkan setengah tahun lalu oleh Kaya dan Ular Tanah ini.

“Karena mereka berdua adalah orang yang sangat penting, kau tak boleh menyerang mereka. Karena mereka adalah orang yang sangat berharga bagiku ——Jadi aku akan membunuh mereka.”

Kepala Kaya merasakan ledakan rasa sakit…Apa yang baru kukatakan?

Rasanya dia mengatakan kata-kata yang tidak masuk akal. Orang berharga ——Bunuh?

“Singkatnya, jangan serrang mereka berdua. Seperti inilah, alasan kita memulai Perburuan Stigma adalah karena kalau kita menghancurkan Kesatria, mereka berdua akan terlepas dari Stigma dan kembali ke sisi kita. Untuk tujuan inilah. Benar urutannya terbalik…”

Bahkan mengatakan itu, Institut Nanohana sudah tidak ada.

Kaya melotot jijik pada pria pendiam itu. Ular Tanah, Akira, yang duduk di tempat tidur dengan linglung, tampaknya menatap pada graffiti di dinding yang ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya.

Kenapa aku bersama dengan orang yang begitu menyeramkan?

…Karena semua orang yang aku sayangi dari Institut Nanohana sudah benar-benar terbunuh beberapa waktu lalu.

Tidak, tidak, ataukah aku lari…? Ingatanku samar-samar…

Bagaimanapun juga, semuanya sudah tidak ada. Jadi itulah kenapa aku akan menemukan Nii-san dan Mio-chan.

Jadi —— Mereka berdua juga harus dibunuh. Kali ini, dia tidak akan membiarkan mereka lari.

Kepala Kaya mulai merasakan ledakan rasa sakit. Konsep dari karena mereka adalah orang yang berharga, jadi aku harus membunuh mereka adalah aneh.

Aku, memikirkan hal-hal yang tidak etis. Waktu aku bertemu Nii-san di jalanan, aku juga mati-matian menekan impuls ini. Impuls ini jelas aneh.

Gejolak dari semua orang di panti asuhan terbunuh juga…Meskipun aku menyesal hingga rambutku kehilangan warnanya. Meskipun aku tidak ingin melakukan hal yang sama pada Nii-san dan Mio-chan.

Meskipun aku hanya bisa mengingat naungan hangat seperti Intitut Nanohana dulu.

Setelah Nii-san dan Mio-cha pergi, dia hanya bisa menangis sendirian dan bertemu dengan Diva yang tak pernah dilihat sebelumnya dalm mimpinya. Waktu itu, itu mungkin adalah awal dari segalanya.

“Jika kau membuat kontrak denganku, aku akan memberimu kekuatan yang sama dengan mereka berdua.” Inilah apa yang Diva itu katakan.

Menggunakan kekuatan dari Sihir sebagai umpan, eksistensi dari Diva menginginkan untuk mengkorosi tubuh seseorang. Kaya juga mengetahuinya.

Akan tetapi, Diva itu…tampaknya dia murni bersimpati dengan pertemuan pahit Kaya. Meminjami kekuatannya demi bertemu mereka berdua lagi. Jadi Kaya muda mendengarkan bisikan manis itu. Dan mempercayainya.

Akan tetapi, sejak bertukar kontrak dengan Diva itu, tubuhnya selalu merasa agak aneh.

Jika dia memandang orang itu sebagai seseorang yang berharga, itu akan menjadikan dia akan ingin membunuh orang itu.

…Mengetahui bahwa dia akan bertemu dengan mereka berdua jika dia menuju ke Tokyo. Entah itu Nii-san, yang akan menjadi pemain pedang, ataukah Mio-chan, yang akan menjadi Pengguna Sihir, keduanya akan pada akhirnya memasuki Akademi Kesatria.

Jadi selagi dia melakukan Perburuan Stigma, dia akan menunggu untuk momen dia bertemu kembali dengan mereka berdua.

Orang tersisa yang berharga baginya. Walaupun dia seharusnya hanya merasakan kebahagiaan murni ——Apa-apan impuls ini!?

“Sudah kuduga, itu memang aneh…Apa yang kau lakukan padaku? Serahkan pikiranku kembali padaku! Oi…jawab aku, Loki, Loki!”

Kaya memegangi kepalanya yang kesakitan dan menanyai Diva yang mengkorosi pikirannya.

Tapi tidak peduli berapa lama, tidak ada jawaban. Dia ditipu. Mungkin dia ditipu…

Dia ingin bertemu Nii-san lagi…Akan tetapi, jika dia melihatnya, dia akan pasti tidak bisa menahan…

Dia mengingat akhir pekan berikutnya, Akademi Kesatria akan menggelar Kompetisi Inter-Divisi.

Itu adalah kesempatan bagus untuk menyusup ke Akademi yang biasanya terlarang bagi orang biasa.

Meskipun dia tidak berlarian di jalanan, dia akan pasti bisa melihat Nii-san pada hari itu.

Dia benar-benar ingin melihatnya, benar-benar ingin bertemu Nii-san lagi…Benar-benar ingin membunuhnya!

Kaya menjambak dengan ganas pada rambut yang sudah kehilangn warnanya dan memegangi kepalanya.

Di sampingnya, Akira tidak melihat pada tindakan amuk dirinya bahkan sekalipun dan hanya terus menatap pada dinding graffiti.


Catatan Penerjemah dan Referensi

  1. Ternyata, di beberapa kari, lumut adalah salah satu bahan. (Aku tidak pernah tahu sebelumnya. Dan setelah mencari tahu ternyata memang ada. Kemungkinan bahan yang dimaksud adalah Black Stone Flower/Dagad Phool/Kalpasi/Kallupachi).
  2. Kalau saja kau tidak mengerti, Kanae biasanya memainkan peran sang adik, tapi disini dia mencoba menjadi sang kakak.
Iklan

Satu respons untuk “Magika: Volume 01 – Chapter 4

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s