Isekai Monster Breeder – Chapter 2


Pertarungan Pertama


Penerjemah: Arta Lepus

Editor: –

===

Sebelum aku mengetahuinya, ada padang rumput luas yang terbentang sejauh mata memandang.

Aku skeptis, tapi melihatnya dengan mata kepalaku sendiri entah bagaimana atau lainnya, sepertinya aku benar-benar telah dipanggil ke dunia lain.

Bukti bahwa dunia ini berbeda dari bumi berada pada tumbuhan-tumbuhan yang berbeda dan matahari yang bersinar di langit, berwarna biru.

Ngomong-ngomong.

Apa yang harus dilakukan?

Kalau aku mereferensikan pengetahuan dari game, langkah pertama seharusnya ‘menuju ke kota.’

Karena keberuntungan baikku, aku bisa melihat orang-orang datang dan pergi di sepanjang jalan di sekitarku.

Kalau aku mengikuti jalan ini, suatu hari tidakkah aku akan mencapai jalanan dimana masyarakat tinggal?

“…… Monster.”

Saat aku berjalan di sepanjang yang bersih untuk sesaat, aku menemukan seekor chibi hijau berotot bertinggi kurang dari 50cm.

Sepertinya itu belum melihatku dari sisi lain.

Apa yang seharusnya kulakukan? Haruskah aku bertarung?

Bicara soal Goblin, dalam dunia-game mereka adalah monster yang muncul cukup awal di pembukaan.

Itu mungkin lawan paling cocok untuk test battle.

Akan tetapi.

Pekerjaan(TLnote: Occupation) yang aku dapatkan saat dipanggil ke dunia ini adalah ‘Monster Tamer’.

Aku punya firasat bahwa itu berbeda dari memukul dari depan yang biasanya.

Kalau ini adalah sebuah game online, di sana akan ada tutorial pemandu yang menjelaskan segalanya, tapi…

Kenyataan tidak mengikuti kehendak seseorang.

“…… Tidak. Tunggu.”

Aku punya ide pandai dalam menggunakan Capsule Ball.

Segera setelah itu, sebuah bola translucent(TLnote: tembus cahaya) terpanggil ke telapak tanganku.

“Ooh. Sudah kuduga, itu ada.”

Melihat dengan seksama, sosok pirang cantik Aphrodite bisa terlihat di dalam bola kapsul itu.

“YO! Sepertinya kita bertemu lagi!”

“…… Fue?”

Aphrodite berkedip terkejut selagi dia duduk dengan lengannya di sekitar lututnya dengan ekspresi yang mengatakan ‘Tidak tahu apa-apa’.

“Hei! Kau! Apa…. Apa-apaan ini!?”

“Tidak. Saat itu aku salah. Aku tidak berniat-buruk. Maafkan aku.”

“あ@kjbxじゃs」scんあいぐすいッ!”

Aphrodite gemetaran selagi dia mencengkeram kerahku sambil mengeluarkan suara yang tidak menjadi kata-kata.

“Bagaimana aku mengatakannya, membuat suara-suara di tempat ini! Kita akan disadari oleh monster di sisi lain.”

“Haa? Monster?”

Aphrodite akhirnya melepaskan pakaianku dan mengarahkan tatapannya ke arah monster itu.

“Monster. Hah~! Paling-paling juga itu seekor goblin!”

“Paling-paling… Mungkinkah Aphrodite luar biasa kuatnya?”

“Itu sudah jelas. Bukankah aku seorang dewi? Itu tidak mungkin bagi diriku untuk kalah dengan seekor monster?”

“Oh. Itu menenangkan…! kalau begitu, untuk awalan, bisakah kau menyingkirkan goblin itu?”

“Apa boleh buat~. Saat ini selesai, kau akan mendengar berbagai keluhan!”

Saat Aphrodite menghadap ke arah goblin itu *tokotoko* dan mulai berjalan, dia mengarahkan tangannya ke arah langit dengan pose berlebihan.

“Domba yang malang. Terimalah hukuman dari sang dewi kecantikan original, Aphrodite! God’s Breath!”

Dia mengatakan sebuah signature phrase keren.

Akan tetapi…

Dari kata-kata yang dia ucapkan dengan ceria itu.

Jauh dari nafas Dewa, tidak bahkan angin sepoi-sepoi berhembus.

“T-tidak mungkin! God’s Breath! God’s Breath!

Aphrodite terus mengatakan nama skil itu, tapi tak ada perubahan bisa terlihat di sekeliling.

Sebaliknya, karena suara gaduh itu (teriakannya), itu menyebabkan tempat ini dicurigai oleh goblin itu.

“Souta…… T-Twolong aku…… Twolong aku……”(TLnote: maksudnya “Tolong aku” tapi sambil mewek)

“…………”

Goblin itu tertarik oleh Aphrodite yang menangis yang pakaiannya berkibar-kibar(TLnote: fluttering).

Dewi ini, astaga… Tidak tampak bisa diandalkan untuk apapun.

===


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s