Isekai Monster Breeder – Chapter 18


Gadis Yang Menjual Apel


Penerjemah: Arta Lepus

Editor: –

===

“Ini imbalanmu 66.000 kol untuk quest-nya.”

“Terima kasih banyak.”

Pada hari ini, ada kegaduhan di guild petualang.

Itu bisa diperkirakan.

Dalam hanya sehari,《Medicinal Grass》yang aku bawa dengan mudahnya melebihi angka 100.

“Hanya ingin tahu, bagaimana kamu bisa mengumpulkan sebanyak itu? Mungkinkah Souta mengetahui sebuah tempat rahasia di hutan?”

“Fufufu. Ini karena bakat yang kumiliki sebagai seorang petualang. Ini alami kalau kau menyerahkan pekerjaannya padaku.”

Kita pura-pura ekstra keren di depan Kuro-chan yang imut.

“Hei hei. Apa-apaan? Rookie itu…?”

“Oh, aku ingat. Kalau aku tidak salah, dia orang yang membawa seorang gadis luar biasa cantik saat dia datang untuk mendaftar sebagai seorang petualang.”

“Beneran!? Topik dimana seseorang yang berpakaian aneh itu!?”

Topik mengenai diriku mulai beredar diantara para petualang lain.

Hmm.

Sudah kuduga, itu mungkin sedikit terlalu mencolok.

Rencana menggunakan《Medicinal Grass》sebagai bentuk pendapatan akan harus ditahan untuk saat ini.

Yah, tak masalah, karena aku berencana untuk mendapatkan quest berbeda besok, aku rasa seharusnya tak ada banyak masalah.

Onii-san. Apel! Maukan kamu membeli apel?”

Untuk kembali ke penginapan, aku berjalan di jalanan Saint Bell.

Seorang gadis memanggilku.

Gadis itu membuka sebuah toko dengan sebuah stan jalanan sederhana, menempatkan apel-apel di atas sebuah tikar yang sedikit kotor.

Aku bertanya-tanya apakah dia sekitar berumur 7 tahun?

Di Jepang modern, dia akan, tak diragukan, berada di umur masuk sekolah dasar.

Jadi di dunia ini, gadis kecil seperti dia juga harus bekerja.

Dia tidak tampak bernutrisi baik, karena itu pemandangan yang menyakitkan-hati.

“Souta. Aku lapar. Karena kita di sini, bagaimana kalau membawa beberapa apel pulang?”

Aku bertanya-tanya apakah Aphrodite ingin melakukan sesuatu setelah melihat penampilan gadis kecil itu.

“Itu benar. Eeetto. Boleh aku minta 10?”

“Te… Terima kasih banyak! 10 apel, kalau begitu 1500 col.”

Aku menyerahkan 1 koin perak dan 5 koin besi, sebagai ganti untuk apel-apel itu.

Kalau ada apel tersisa setelah itu, kita berikan pada para goblin sebagai pakan.

Ngomong-ngomong, nilai mata uang di dunia ini sebagai berikut:

Koin Perunggu             =  10 col

Koin Besi                     =  100 col

Koin Perak                   =  1000 col

Koin Emas                   =  10000 col

Meskipun ada sesuatu di atasnya yang disebut emas putih, sepertinya itu tak pernah beredar di pasaran sama sekali.

Aphrodite dan aku mengunyah apel sambil berjalan di jalanan Saint Bell.

Daripada itu, mengenai rasanya, itu adalah apel yang sangatlah normal.

Tapi.

Setelah dipanggil ke dunia lain, aku rasa itu sudah beberapa lama sejak aku memakan sesuatu yang manis.

Aku berpikir apel itu lezat hingga titik menjadi tergerak setelah tidak memakannya untuk waktu lama.

“Hei. Kau di sana. Berhenti.”

[Bakuraja Ackerman]

Race    :  Human

Age      :  37

Selagi berjalan dengan mood sangat baik, seorang pria paruh-baya kegemukan berkeringat berdiri tepat di depanku.

Membawa apa yang sepertinya anak buahnya yang tampak-jahat, pria paruh-baya itu melototi kami.

“Hei! Apa kau mengenali gadis di gambar ini!?”

Apa yang dia keluarkan dari dadanya adalah gambar dari seorang gadis molek seksi.

Aku segera menyadari bahwa gadis di gambar adalah gadis vampir itu, Caroline, yang aku perbudak baru-baru ini di hutan.

“Tidak. Maaf. Meskipun aku tidak tahu, boleh aku tahu apa yang dia lakukan?”

Kalau itu Caroline, dia tidur di dalam bola, tapi?

Aku takkan mengatakannya meskipun mulutku dirobek-robek.

Karena keadaannya tidak tampak normal, aku rasa itu terbaik bahwa aku tidak mengungkap informasi mengenai Caroline.

“Kau! Kau terlalu kurang ajar! Apa kau tahu siapa orang ini!? Dia adalah komandan dari firma budak terbesar ke-4 Saint Bell, Bakuraja Ackerman-sama.”

“… Be… Begitu ya.”

Yah, siapa juga itu?

Sejak awal, komandan dari firma terbesar ke-4…… Itu terdengar seperti sebuah posisi yang sangat tidak meyakinkan menurutku.

Fuunn~. Ketahuilah bahwa hidupmu akan tamat kalau kau membuat komentar tidak sopan lagi! Gadis di gambar itu adalah barang yang kami telah beli. Meski begitu, itu telah kabur.”

“……”

Begitu ya.

Itu berarti Caroline tak ingin menjadi budak dan lari dari nasib itu.

Kemudian, di tengah-tengah pelarian, dia jatuh dari tebing dan mendapatkan situasinya saat ini.

“Saya mengerti. Kalau saya menerima informasi, saya akan menghubung anda.”

Setelah menundukkan kepalaku, semua orang itu pergi mencari saksi mata lainnya dengan menuju ke stan-satan.

“Apa itu tadi? Sungguh perasaan yang tidak mengenakkan.”

“Yap. Rasanya itu akan jadi merepotkan, jadi kita berusaha tidak berhubungan dengan hal itu.”

Aku memikirkan ini setelah situasi itu, tapi aku rasa aku mungkin meneybabkan flag saat aku membuat ucapan itu.

“Hei kau! Menjajarkan apel di tempat ini… Apa kau punya ijin dagang yang kami terbitkan!?”

“Dasar sampah! Kemari kau! Aku akan memukulimu di rumahku.”

Pria kegemukan itu tersenyum vulgar selagi tampaknya mencabuli gadis yang menjual apel.

Tangan kanannya memegang pantat gadis itu dengan eratnya.

“Uhmm. Tidakkah kau pikir itu cukup? Itu kekanak-kanakan melawan seorang anak kecil, kau tahu.”

Ahhh. Aku memang bodoh!

Aku sudah memutuskan untuk tidak terlibat karena aku tahu itu akan merepotkan……

Di saat aku menyadarinya, tubuhku sudah bergerak.

===


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s